Begini Keterlibatan 3 Orang dari PT Lippo Cikarang dalam Kasus Suap Meikarta, Versi KPK

Ketiganya dari PT Lippo Cikarang. Di persidangan, terungkap keterlibatan mereka dalam memberikan uang suap ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin

Begini Keterlibatan 3 Orang dari PT Lippo Cikarang dalam Kasus Suap Meikarta, Versi KPK
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Empat terdakwa kasus suap Meikarta menjalani sidang tuntutan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Tiga nama terkait kasus suap Meikarta belum terseret tuntutan pidana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketiganya yakni Toto Bartholomeus, Edy Dwi Soesianto, dan Satriyadi. Ketiganya dari PT Lippo Cikarang selaku pemilik saham PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).

Di persidangan, terungkap keterlibatan mereka dalam memberikan uang suap ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terkait IPPT senilai Rp 10 miliar.

"Tindak lanjutnya, kami analisa kami tunggu putusan majelis hakim. Kalau memang itu terbukti, kami akan laporkan ke pimpinan KPK," ujar jaksa KPK I Wayan Riana usai sidang.

Jika melihat keterangan saksi di persidangan dan alat bukti yang ada, kata I Wayan, dua alat bukti yang ada sudah cukup untuk menyeret ketiganya.

Bos Lippo Group Billy Sindoro Dituntut 5 Tahun Penjara, Anak Buah 2 hingga 4 Tahun, Kasus Meikarta

Jaksa KPK Bacakan Tuntutan Empat Terdakwa Pemberi Suap Kasus Meikarta Kamis Pekan Depan

"Kalau lihat dua alat bukti sudah‎. Kesaksian Bu Neneng Hasanah Yasin juga mengakui (mendapat yang dari Edy Dwi Soesianto dan Satriydi via EY Taufik, uang bersumber dari Toto Bartholomeus)," ujar I Wayan.

Catatan Tribun selama persidangan dan dikaitkan dengan dakwaan, uang suap pertama yang mengalir adalah terkait IPPT seluas 83,4 hektare ‎dengan nilai Rp 10 miliar yang dibayar bertahap sejak Juni 2017 hingga Januari 2018 melibatkan ketiga nama tersebut. IPPT ini jadi dasar pengurusan perizinan lainya.

"Kalau dari yang kami bacakan, prosesnya itu pada saat IPPT keluar sudah clear. Kemudian proses perizinan selanjutnya diambil alih oleh terakwa Billy Sindoro, Fitradjaja, Henry Jasmen dan Taryudi," ujar I Wayan.

Ketiga nama itu oleh jaksa, disertakan ke Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana yang mengatur tentang orang yang turut serta dalam perbuatan pidana. Namun, ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Terdapat kehendak yang sama antara terdakwa Billy Sindoro, Barthol‎omeus Toto, Edi Dwi Soesianto, Satriadi, Fitradjaja, Henry Jasmen, Taryudi untuk memberikan uang suap ke sejumlah ASN Pemkab Bekasi dan di Pemprov Jabar yakni Yani Firman dan Iwa Karniwa," ujar jaksa. ‎

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved