Jadi Tersangka Perusakan Barang Bukti, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Diperkisa 20 Jam

Pemeriksaan Joko Driyono memakan waktu sampai 20 jam, sejak Senin (18/2/2019) pukul 10.00 WIB hingga Selasa (19/2/2019) pukul 06.50 WIB.

Jadi Tersangka Perusakan Barang Bukti, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Diperkisa 20 Jam
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, atau yang akrab disapa Jokdri, memberikan akpresiasi pada pelayanan kepolisian selama dirinya diperiksa di Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan Joko Driyono memakan waktu sampai 20 jam, sejak Senin (18/2/2019) pukul 10.00 WIB hingga Selasa (19/2/2019) pukul 06.50 WIB.

Dilansir dari Kompas.com, saat keluar dari ruang Ditreskrimum Polda Metro Jaya, raut wajah Jokdri nampak lelah.


"Terima kasih. Satgas (Antimafia Bola) dan penyidik bekerja sangat profesional. Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan, interaksi, dan proses penyidikan yang berlangung pada hari kemarin, malam hari, hingga hari ini," kata Jokdri di Polda Metro Jaya, Selasa pagi.

Terkait pemeriksaan yang ia jalani, Jokdri sendiri enggan memberikan pernyataan.

Ia hanya menyebut akan ada proses lanjutan dari pemeriksaan dirinya sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

"(Pertanyaan pemeriksaan) saya kira nanti ya. Tentu akan ada proses lanjutan. Mohon doanya agar ini bisa berjalan dengan baik," ujar Jokdri.

Jalan Kaki Bisa Jadi Olahraga yang Efektif, Asal Dilakukan Dengan Cara Seperti Ini

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tim Satgas Antimafia Bola mengajukan setidaknya 32 pertanyaan kepada Jokdri sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Tim penyidik Satgas Antimafia Bola ingin mengklarifikasi apakah Jokdri menyuruh stafnya untuk mencuri dan merusak barang bukti. Selain itu, penyidik juga akan mengklarifikasi terkait dokumen yang disita.

"Jadi garis besar dari pertanyaan itu ialah apakah yang bersangkutan menyuruh pada stafnya untuk mengambil suatu barang yang sudah dalam situasi police line," ujar Argo, Senin.

Debat Kedua Capres, Gaya Kedua Kandidat Dinilai Terlihat Orisinal

Satgas Antimafia Bola menetapkan Jokdri sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor pada Jumat (15/2/2019).

Jokdri diduga merupakan aktor intelektual yang memerintahkan tiga tersangka lainnya, yakni Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur untuk mencuri dan merusak barang bukti sebelum penyidik Satgas menggeledah kantor Komisi Disiplin PSSI, Januari lalu.

Joko Driyono dijerat Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

Di samping itu, ia juga dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari ke depan.

Kota Cimahi Hari Ini Kembali Diprediksi Bakal Diguyur Hujan, Berikut Informasi Selengkapnya

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved