Yana Mulyana Belum Bisa Pastikan Kapan Stadion GBLA Kembali Digunakan

Pasca tinjauan langsung tim teknis Pemkot Bandung, yang terdiri atas Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora), Dinas Tata Ruang

Yana Mulyana Belum Bisa Pastikan Kapan Stadion GBLA Kembali Digunakan
Tribunjabar/Cipta Permana
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana jelaskan dirinya belum dapat berkomentar banyak terkait status penggunaan GBLA, di Grand Cordela Hotel, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Senin (18/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasca tinjauan langsung tim teknis Pemkot Bandung, yang terdiri atas Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora), Dinas Tata Ruang (Distaru), Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Polrestabes Bandung, terhadap kondisi stuktur Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (14/2/2019), Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana  enggan berkomentar banyak terkait nasib stadion yang menjadi markas Persib Bandung tersebut.

"Kemarin (14/2/2019) saat saya ke sana, melihat lihat kondisinya, kita sudah sampaikan keputusan GBLA menunggu hasil kajian dari tm independen. Jadi kita ingin tidak hanya sepihak dari Adhi Karya saja. Biar lebih fair," ujarnya usai membuka acara Rapat Pleno KPU, di Grand Cordellia Hotel, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/2/2019)

Meski belum dapat memastikan kapan bisa stadion berdaya tampung 38 ribu penonton tersebut dapat kembali di gunakan, namun orang nomor dua di Pemkot Bandung ini menjamin GBLA tidak akan menjadi bangunan hantu. Menurutnya, keputusan tentang GBLA akan di sampaikan setelah ada penilaian dari tim independen terkait kerusakan di stadion tersebut.

“Sudah di putuskan kan menunggu hasil kajian teknis saja dari tim independen. Adhi Karya kan pelaksana proyek bisa saja bilang aman karena kontraktor, tapi kita kan pemilik, yang boleh menyatakan aman atau tidaknya. Sudah ah, kamu mah mancing-mancing wae," ucap Yana kepada wartawan.

Sebelumnya, Stadion GBLA yang sedianya akan di jadikan lokasi pertandingan babak 32 besar leg ke-2 antara Persib vs Persiwa batal di gelar karena tidak mengantongi ijin dari pihak Kepolisian. Alasannya, stadion megah yang di bangun dengan dana ratusan miliar rupiah tersebut, mengalami kerusakan struktur dan penurunan permukaan tanah. Pihak Kepolisian tidak mengeluarkan ijin dengan alasan demi keamanan penonton.

Pendaftaran SNMPTN Masih Bergulir, Kali ini Peserta Sulit Verifikasi Bidikmisi

Namun, belakangan ada pernyataan dari PT Adhi Karya selaku kontraktor stadion, membantah adanya kerusakan yang di maksud. Meski begitu, mereka mengakui adanya penurunan permukaan tanah di areal stadion yang memang sudah di prediksi sebelumnya.

Direktur SDM dan Legal PT. Adhi Karya, Agus Karyanto mengatakan Stadion GBLA secara prinsip serta secara struktural tidak ada masalah. Hal ini berkaitan dengan isu kelayakan Stadion yang terletak di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

"Tadi pagi saya ke lapangan dan secara prinsip, serta secara sturuktur tidak ada masalah. Nanti akan dilengkapi dengan data-data dari ahli baik itu kontruksi, ahli tanah dan lain-lain," ujarnya kepada wartawan, di Balai Kota, Rabu (13/2/2019).

Link Live Streaming Piala Indonesia, Persib Bandung vs Arema FC Pukul 15.00 WIB, Tonton di HP

Terkait adanya penurunan tanah, Agus menambahkan ada beberapa lokasi yang tidak menggunakan pondasi dalam. Menyebabkan terjadinya penurunan tanah, dua lokasi terletak di selasar dan tempat parkir.

"Itukan ada pekerjaan yang menggunakan pondasi dalam dan tidak. Untuk yang tidak menggunakan pondasi, dilakukan penimbunan. Penimbunan itu sudah didesain bahwa nantinya akan ada penurunan selama 15 tahun," ucapnya.

Pihaknya sendiri berharap, struktur bangunan yang menggunakan pondasi dalam tidak terjadi penurunan. Pembangunannya sendiri, kata Agus, sudah sesuai dengan prosedur, bahkan di awal penimbunan terjadi penurunan setinggi 120cm, karena jenis penimbunan tinggi.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved