Pembunuhan di Masjid Sumedang

Pelaku Pembunuhan di Masjid Sumedang Lari ke Pemakaman, Ditangkap Saat Baca Surat Yasin

Salat Isya berjamaah di Masjid Miftahul Falah berakhir duka. Seorang makmum ambruk bersimbah darah setelah dibacok tetangganya.

Penulis: Deddi Rustandi | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menunjukkan bukti kondisi kejiwaan pelaku pembunuhan di masjid di Tanjungsari. Tampak di belakang pelaku bernama Kurnaevi yang memakai kaus oranye. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Keheningan di Dusun Salam, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kamis (14/2/2019) malam pecah.

Dari sebuah masjid kejadian menggemparkan terjadi.

Saat itu, salat Isya baru masuk rakaat kedua di Mesjid Miftahul Falah, sekitar pukul 19.30.

Seorang makmum bernama Maslikin alias Mas (54) ambruk dengan kepala bocor dan bersimbah darah.

Salat Isya yang diikuti sembilan orang di masjid kaki Gunung Manglayang batal dan jemaah segera menolong korban.

“Salat Isya diikuti sembilan orang dan saat masuk rakaat kedua, saya mendengar suara jatuh ternyata salah seorang makmum,” kata Iwan (42) salah seorang makmun di masjid tersebut kepada polisi.

Melihat ada makmun jatuh ke belakang, salat dihentikan dan jemaah salat Isya melihat korban yang sudah bersimbah darah di bagian kepala.

Jemaah salat sempat melihat korban masih bernapas saat diberi pertolongan tapi tak lama kemudian nyawa korban melayang.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan korban mengalami luka di bagian belakang kepala akibat bacokan kapak besar pembelah kayu atau disebut patik.

“Korban dibacok dari arah belakang ketika sedang salat Isya dan ada saksi yang melihat pelaku kabur keluar dari dalam masjid,” kata AKBP Hartoyo di Mapolres Sumedang, Jumat (15/2/2019).

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan berasil mengidentifikasi pelaku pembacokan bernama Kurnaevi alias Ea (36) yang bertetangga dengan korban.

“Sekitar pukul 21.00, pelaku berhasil diamankan saat sedang mengaji surat Yasin di pemakaman umum Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor yang berbatasan dengan Desa Sindangsari,” kata Kasatreskrim AKP Dede Iskandar, Jumat (15/2/2019).

Bagaimana reaksi Kurnaevi saat ditangkap dan apa proses hukum selanjutnya? Anda bisa membacanya di Harian Umum Tribun Jabar edisi Sabtu (16/2/2019).

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved