Pasar Sumber di Kabupaten Cirebon akan Ditempati Mulai Hari Minggu, Ini Ketentuan bagi Para Pedagang

Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah memutuskan penempatan para pedagang kios, los, maupun lemprakan di Pasar Sumber.

Pasar Sumber di Kabupaten Cirebon akan Ditempati Mulai Hari Minggu, Ini Ketentuan bagi Para Pedagang
tribunjabar/siti masithoh
Sejumlah pedagang sedang merapikan kios untuk persiapan pindah pada Minggu (17/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah memutuskan penempatan para pedagang kios, los, maupun lemprakan di Pasar Sumber.

Rencananya, semua pedagang akan masuk ke dalam pasar dan tidak ada yang berjualan di bahu jalan. Mereka akan menempati pasar pada Minggu (17/2/2019).

Kabid Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Eka Hamdani, menjelaskan, pasar darurat yang kini ditempati para pedagang akan steril pada Senin (18/2/2019).

Sementara itu, sebanyak 549 pedagang sudah pasti mendapatkan tempat di dalam pasar. Sisanya, untuk pedagang lemprakan, akan berjualan di area parkir pasar.

"Mereka pindah ke sini harus memahami pedagang yang sudah tertampung dan belum tertampung. Sehingga yang belum tertampung ini akan difasilitasi seperti apa. Yang menjadi korban kebakaran pada tahun 2015, akan difasilitasi menempati tempat yang layak bagi mereka," katanya saat ditemui di Pasar Sumber, Jumat (15/2/2019).

Ia menambahkan, pedagang yang belum tertampung akan difasilitasi oleh Ikatan Pedagang Pasar Sumber (IPPS) dengan berbagai pertimbangan.

Hari Ini Fabiano Beltrame Kabarnya ke Bandung, Madura United Ancam Klub Peminat

"Kami mencoba memfasilitasi pedagang untuk bisa masuk ke sini dengan aturan dan ketegasan yang harus dipastikan. Jangan sampai ke depannya muncul pasar dan pedagang yang semerawut dan kumuh," kata dia.

Para pedagang juga diimbau untuk menjaga aset pasar yang ada untuk menciptakan keamanan barang mereka.


"Yang tidak diperbolehkan adalah menutup seluruh fasilitas yang ada.Yang diperbolehkan sebatas memfasilitasi tempat dagangan mereka. Contohnya memasang ram kawat untuk menggantung barang dagangan," pungkasnya.

Bagi para pedagang lemprakan, hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 07.00 WIB.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved