Mendengar Nama Seno dan Cak Mardi Disebut Saksi, Pengunjung Sidang Meikarta Malah Tertawa

Hakim dan jaksa heran ada nama Seno dan Cak Mardi dalam sidang kasus Meikarta.

Mendengar Nama Seno dan Cak Mardi Disebut Saksi, Pengunjung Sidang Meikarta Malah Tertawa
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sidang lanjutan dugaan kasus suap izin Meikarta, Kamis (14/2/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,‎ BANDUNG - Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta, Henry Jasmen menyebut dua nama yang asing selama persidangan kasus ini digelar.

Saat ia bersaksi untuk terdakwa Fitradjaja Purnama dan Taryudi, Henry menyebut bahwa semua uang suap yang diberikan kepada ASN Pemkab Bekasi berasal dari Seno dan Cak Mardi.

Seperti diketahui, uang suap itu ‎diberikan oleh Henry Jasmen, Taryudi, dan Fitradjaja ke Jamaludin, Neneng Rahmi Nurlaili, dan Tina Karini Santoso dari Dinas PUPR Pemkab Bekasi; Sahat Banjar Nahor, Kadis Damkar; dan Kepala DPMPTSP, Dewi Tisnawati.

Khusus untuk uang suap Rp 10 miliar, di persidangan itu terungkap, diberikan oleh Edy Dwi Soesianto dan Satriyadi ke Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

"Semuanya dari Seno via Cak Mardi," ujar Henry Jasmen di lanjutan sidang kasus itu di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (14/2/2019) malam.

Jaksa dan hakim mempertanyakan siapa Seno atau Cak Mardi tersebut.

Namun, Henry tidak mengetahui siapa Seno tersebut.

Ia berdalih bahwa Seno tersebut berusia sekitar 50 tahun, asal Surabaya dan punya asisten bernama Cak Mardi.

"Saya tidak tahu siapa detailnya. Yang pasti saya tahu, dia berinvestasi di jual beli tanah di sekitar Meikarta," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved