Breaking News:

Kisah AHY Dikirim ke Wilayah Konflik Sebagai Prajurit, Tinggalkan Annisa Pohan Padahal Baru Menikah

Sebelum aktif di politik, anak sulung Susilo Bambang Yushoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) aktif sebagai prajurit TNI.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Kolase Tribun Jabar (Instagram/@agusyudhoyono)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tinggalkan Annisa Pohan ketika harus bertugas di militer 

TRIBUNJABAR.ID - Sebelum aktif di politik, anak sulung Susilo Bambang Yushoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) aktif sebagai prajurit TNI.

Selama menjadi prajurit TNI, AHY tidak diperlakukan berbeda dari anggota TNI lainnya.

Adapun AHY sempat ditugaskan ke wilayah konflik bersama Kontingen Garuda.

Pada November 2006, AHY diberangkatkan ke Lebanon bersama personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB.

Kepergian AHY ke Lebanon sebagai pasukan perdamaian PBB mengharuskannya meninggalkan sang istri, Annisa Pohan.

Padahal saat itu pernikahan AHY dan Annisa Pohan masih tergolong baru. AHY dan Annisa Pohan menikah pada 8 Juli 2005.

Meski begitu, AHY harus menjalankan misi perdamaian di Lebanon sekitar satu tahun.

Komandan Satuan Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Setelah gagal mengusung AHY menjadi cawapres, Partai Demokrat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk maju dalam Pilpres 2019.
Komandan Satuan Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Setelah gagal mengusung AHY menjadi cawapres, Partai Demokrat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk maju dalam Pilpres 2019. (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

Meski harus meninggalkan Annisa Pohan, AHY mengaku merasa terhormat dikirimkan ke Lebanon.

"Jangan dilihat sebagai anak presidennya (saat itu SBY masih menjabat sebagai presiden), sebagai prajurit, perwira yang profesional harus siap ditugaskan di mana pun, termasuk di front line, di tempat-tempat yang beresiko.

Saya merasa itu adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Di tengah-tengah antara dua wilayah konflik sepanjang masa, Israel dan Lebanon, di mana kita harus bisa menjadi penengah," kata AHY dalam acara Alvin & Fiends edisi (7/1/2019).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved