Alih Fungsi Lahan Hutan di Cimenyan Terjadi Sejak 1990-an, Resapan Air Berkurang, Jadi Kerap Banjir

Alih fungsi lahan di kawasan Cimenyan sejak tahun 1990-an. Daerah resapan air berkurang, jadi kerap banjir.

tribunjabar/syarif pulloh anwari
Kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masifnya ahli fungsi lahan hutan di wilayah Kawasan Bandung Utara dan kurangnya resapan air berdampak bencana di Bandung raya.

Hal tersebut dikatakan pengelola Kampung Bambu Cimenyan, Yudi (50), saat ditemui Tribun Jabar di tempatnya yang berlokasi di Kampung Sirnasari, RT 2/9, Kelurahan Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis (14/2/2019).

Yudi menambahkan, berkurangnya resapan air, khususnya di wilayah perbukitan Cimenyan, berdampak dan terasa tidak hanya di perkotaan saja.

"Yang jelas di sini juga banjir, kualitas tanah berkurang dari kesuburannya, udara jadi panas, pemandangan kurang juga, kalau digali masih banyak, ya, contohnya tahun kemarin banjir bandang di Cicaheum, dari sini juga (Cimenyan) air sungai meluap ke sini dan terbaru kemarin Cilengkrang," ujarnya.

Yudi mengatakan ahli fungsi lahan hutan di wilayah Cimenyan terjadi sekitar tahun 90-an.

"Sekitar tahun 90-an lah sudah mulai sedikit-sedikit. Contohnya yang tadinya jalan masih batu, tanah, sekarang sudah mulai aspal dan segala macam, ahli fungsi lahan yang dulunya hijau, pakai lahan pertanian dan ada perumahan," ujar Yudi.

Yudi menambahkan permasalahan banjir atau bencana yang terjadi di Bandung Raya ini tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri atau menyalahkan satu wilayah saja, semua wilayah harus berkoordinasi dan duduk bersama.

"Jangan sendiri, kita harus berkoordinasi atau sharing antar wilayah, jangan saling menyalahkan, harus koordinasi untuk bersama apa permasalahan cari solusi, jangan sampai menyalahkan, cari cara gimana yang bagusnya," ujarnya.

Cimenyan, Kawasan Perkebunan Sejak Zaman Bung Karno, Dulu Hutan Kini Tersisa Satu Pohon Beringin

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved