Ini Penyebab Banjir Bandang di Perumahan Jatiendah Cilengkrang yang Menewaskan 3 Orang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menjelaskan faktor penyebab banjir bandang yang terjadi di perumahan Jatiendah

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/gani kurniawan
Dahsyatnya banjir bandang pada Sabtu (9/2/2019) malam yang sediktinya merusak 12 rumah di Perumahan Jatiendah, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkarang, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menjelaskan faktor penyebab banjir bandang yang terjadi di perumahan Jatiendah Regency, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Kabid Mitigasi Gerakan tanah PVMBG, Agus Budianto, mengatakan, curah hujan dalam hari terbilang cukup tinggi dan di kawasan hulu sungai, wilayah tangkapan airnya mengalami kerusakan.

"Tidak mampu menahan, sehingga kirmir yang berada di sisi sungai hancur dan air terhempaskan hingga ke permukiman warga," kata Budi di lokasi kejadian banjir bandang, Minggu (10/2/2019).

Lebar sungai yang berada di sekitar perumahan tersebut pun, kata Budi, cenderung lebih kecil karena terjadinya penyempitan akibat pembuatan kirmir tidak sesuai oleh pihak pengembang.

Budi menambahkan, bentuk kirmir atau tanggul di pinggir sungai tersebut menyerupai tembok tegak, justru seharusnya, kirmir sungai harus berbentuk segitiga.

"Kalau bentuk kaya gini, ketika hancur materialnya menutup aliran sungai, sehingga terjadinya banjir bandang seperti kemarin. Sedangkan kalau segitiga bila hancur akan ke arah luar sungai, sehingga laju air masih berjalan," katanya.

Terkait mitigasi bencana, perbaikan di wilayah hulu sungai harus segera dilakukan, beberapa upaya bisa dilakukan, yakni penanaman pohon dan pengendalian aliran sungai.

Ratusan Kotak Suara di Gudang Penyimpanan Logistik KPU Kabupaten Cirebon Rusak Akibat Hujan

"Faktor yang mempengaruhi kejadian tersebut yaitu akibat curah hujan tinggi dan aktivitas manusia, secepatnya wilayah hulu harus dilindungi," katanya.

Dampak banjir bandang di Komplek Jati Endah Regency RT 004/016 Dusun Pasir Jati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2/2019).
Dampak banjir bandang di Komplek Jati Endah Regency RT 004/016 Dusun Pasir Jati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2/2019). (gani kurniawan/tribun jabar)

Hujan yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Sabtu malam (9/2/2019), menyebabkan Banjir bandang di Perumahan Jatiendah Regency, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Banjir bandang di perumahan tersebut, diakibatkan jebolnya tanggul pembatas Sungai Pasirjati yang memiliki lebar dua meter dan melintang di di bagian depan perumahan.


Dari pantauan Tribun Jabar di lokasi kejadian, Minggu (10/2/2019), tanggul setinggi lima meter dan memiliki ketebalan satu meter itu, hancur akibat terhantam derasnya air sungai malam tadi.

Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, banjir bandang menyapu 12 rumah di Perumahan  Jati Endah Regency, dua rumah rusak berat dan 10 mengalami rusak sedang.

Sedangkan, untuk warga yang terdampak banjir bandang dari dua kepala keluarga (KK), yakni sebanyak enam orang jiwa, tiga orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan.

Korban meninggal dunia, Firdasari (35), Hani Nurwijayani (25), dan Rauvan (1). Sedangkan korban luka, Kiki (12), Nisa (14), dan Ajay (45).

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved