Pengusaha Jasa Titip Keluhkan Kenaikan Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar, Padahal Diminati Milenial

Peluang usaha jastip atau jasa titip tengah ramai diminati oleh generasi milenal saat ini.

Pengusaha Jasa Titip Keluhkan Kenaikan Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar, Padahal Diminati Milenial
TRIBUN JABAR / AHMAD IMAM BAEHAQI
Pesawat dari maskapai Citilink menjadi penerbangan komersil pertama yang mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jumat (8/6/2018). 

Fitry menjelaskan usaha jastip menarik karena tak perlu lagi keluar biaya untuk membeli tiket pesawat dan bagasi.

"Berharapnya sih harga tiket kembali stabil dan ada free bagasi, karena kalau harganya dinaikin konsumen nggak mau dan jadinya kabur," ujar Fitry.

Polisi Hentikan Sejumlah Truk Pengangkut Tanah di Tanjungsari Sumedang

Ia mengatakan untuk biaya jastip biasanya Ia hanya mendapatkan lebih Rp 30.000-50.000 saja untuk satu barang.

Lebih banyak yang menitip barang, lebih banyak juga keuntungan yang diraup.

Namun jika banyak barang yang dibawa, Ia harus memesan bagasi lebih yang harganya menjadi lebih mahal.

Saat ini polemik bagasi berbayar membuat banyak penumpang mengeluh karena adanya biaya tambahan bagi mereka yang membawa barang diatas 5 kilogram.

Sebelumnya jatah bagasi dengan berat 15-20 kilogram untuk rute penerbangan domestik diberikan secara gratis.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved