Breaking News

Naik Trans Metro Bandung alias TMB Cuma Rp 1, Khusus bagi Warga yang Berstatus Ini

Menurut Yudhiana Kepwal selain untuk membantu masyarakat juga untuk mendorong masyarakat menggunakan "e-payment . .

Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Bus Trans Metro Bandung (TMB) melintas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (29/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabar gembira bagi guru honorer, veteran, dan buruh bisa bayar Rp 1 (satu rupiah) untuk naik Trans Metro Bandung ( TMB) di tiga rute.

Bayar murah bukan dalam promosi atau ulang tahun tetapi dalam rangka membantu warga menikmati angkutan murah dan mendorong menggunakan dana non tunai.

"Buruh, guru honorer dan veteran bisa membayar Rp 1 dengan menggunakan e-payment alias kartu elektronik yang disediakan Bank BRI," ujar Kepala UPT Pengelolaan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung Yudhiana di Balai Kota, Jumat (8/2/2019).

Menurut Yudhiana, pemberlakuan tarif Rp 1 diatur Dalam Keputusan Wali Kota (Kepwal) Nomor 551/Kep.024-Dishub/2018 tentang tarif angkutan umum massal dan tarif khusus pengguna e-payment buruh, guru honorern veteran, pelajar pengguna TMB, melalui pembayaran e-payment.

Yudhiana mengatalan, tarif Rp 1 paling lambat awal Maret diberlakukan karena saat ini kartu nya masih dicetak BRI .

Selain tarif Rp 1 dalam Kepwal diatur tarif untuk pelajar dan umum. Tarif umum untuk TMB yang semula Rp 3.000 naik menjadi Rp 4.000 jika bayar tunai tapi jika bayar non tunai tetap Rp 3.000.

Sedangkan untuk pelajar jika bayar non tunai cukup bayar Rp 1.000 sedangkan kalau tunai Rp 1.500.

"Tarif diberlakukan untuk umum dan pelajar mulai 11 Februari, " ujar Yudhiana.

TMB yang beroperasi di Kota Bandung ada tiga jalur yaitu Cicaheum- Cibeureum, Cibiru-Cibereum, Cicaheum Sarijadi.

Menurut Yudhiana Kepwal selain untuk membantu masyarakat juga untuk mendorong masyarakat menggunakan "e-payment karena selama ini penumpang TMB yang membayar non tunai masih rendah, hanya sekitar 1 % dari penumpang yang naik.

Dengan perbedaan tarif antara pembayaran tunai dan non tunai diharapkan bisa mendorong masyarakat menggunakan non tunai dan mengurangi kebocoran jika masih tunai.

"Siberlakukannya e-payment, diharapkan bisa mengurangi angka kebocoran hingga 60 %. Karena uang yang dari penumpang, langsung masuk ke rekening," ujar Yudhiana.

Kepada masyarakat yang ingin menggunakan smarcard, sementara ini baru bisa menggunakan smarcard dari BRI. "Untuk top up, bisa dilakukan di minimarket, bisa juga di loket di terminal Cicaheum, atau bisa di bank dan ATM BRI," ujarnya.

Khusus untuk buruh, guru honorer dan veteran harus mendaftar dulu ke Dinas Perhubungan di Leuwi panjang dengan membawa identitas diri.

"Kartu punya umum bentuknya sama, tapi khusus buruh, guru honorer dan veteran harus daftar dulu ke Dishub agar kartu jika naik TMB hanya disebut Rp 1 kalau tidak didaftarkan disebut sama dengan umum Rp 3.000," ujarnya.

Yudhiana mengatalan bus gratis buruh yang semula melayani rute Cibiru- Cibeureum kini tak ada lagi dengan diberlakukan tarif Rp 1.

"Untuk sementara bus buruh dikandangkan," ujarnya.

Menurut Yudhiana, buruh lebih enak pemberlakuan tarif Rp 1 dibandingkan gratis.

"Kalau bus gratis hanya di satu rute Cibiru-Cibeureum, waktu hanya sekali pagi dan sekali sore karena bus hanya satu. Sedangkan tarif Rp 1 bisa setiap saat di tiga rute dilayani masing masing 10 unit bus. (tiah sm)

Ketua YKB Jabar Winny Agung Budi Maryoto Resmikan Taman Baca Anak Pesisir Cirebon [VIDEO]

Jumlah Saldo di Rekening Nikita Mirzani Bocor, Rp 5 Miliar Tambah Reksadana Rp 300 juta

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved