Musyawarah antara PT KAI dengan Warga yang Tinggal di Jalur Rel Bisa Muluskan Reaktivasi

DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana reaktivasi empat jalur kereta api di Jawa Barat yang sudah sejak puluhan tahun tidak beroperasi.

Musyawarah antara PT KAI dengan Warga yang Tinggal di Jalur Rel Bisa Muluskan Reaktivasi
Tribun Jabar/ Isep Heri Herdiansah
Ilustrasi: Kereta api yang sedang melintas di Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana reaktivasi empat jalur kereta api di Jawa Barat yang sudah sejak puluhan tahun tidak beroperasi.

Dewan pun meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemerintah daerah menyosialisasikan hal ini dengan baik, termasuk bermusyawarah dengan warga yang menempati lahan di empat jalur tersebut, sebelum dilakukan pembongkaran bangunan.

Selama ini PT KAI berencana mereaktivasi jalur Cibatu-Garutkota, Banjar-Pangandaran, Rancaekek-Tanjungsari, dan Bandung-Ciwidey.

Sejak dinonaktifkan pada tahun 80-an, masyarakat pun menempati dan membangun lahan di jalur tersebut, menjadikannya tempat tinggal, tempat usaha, sampai kantor.

Anggota Komisi 4 DPRD Jabar, Lucky Lukmansyah Trenggana, mengatakan secara hukum memang masyarakat menempati lahan milik negara, yakni lahan PT KAI.

Namun saat rencana reaktivasi mengemuka, masyarakat yang menempati lahan tersebut resah karena bangunan yang mereka dirikan segera dibongkar.

Anggota dewan dari Fraksi PPP dengan daerah pemilihan Kabupaten Garut ini mengatakan bisa saja PT KAI memberikan uang kerahiman untuk mengganti rugi pembangunan oleh warga.

Namun, katanya, tentunya musyawarah harus dilakukan terlebih dulu untuk menyamakan pandangan dan menghindari miskomunikasi.

"Kedua pihak, PT KAI dengan masyarakat, misalkan difasilitasi pemerintah daerah, melakukan musyawarah dulu. Dicari jalan tengah bersama-sama yang menguntungkan kedua belah pihak," kata Lucky di Bandung, Kamis (7/2/2019).

Lucky yakin masyarakat pun menyambut baik rencana reaktivasi tersebut karena akan menguntungkan masyarakat sekitar sendiri.

Masyarakat akan memiliki alternatif transportasi yang terintegrasi dengan jalur rel kereta api lainnya.

"Tentunya akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata. Bukan hanya masalah angkutan orang dan barang. Seperti kita ketahui kawasan Priangan Timur memiliki keindahan alam yang luar biasa dan objek pariwisata terbaik," katanya.

Dari keempat jalur tersebut, jalur kereta api Cibatu-Garutkota akan menjadi jalur yang pertama direaktivasi.

PT KAI pun sejak akhir tahun lalu gencar mempromosikan rute kereta ke Priangan Timur dengan membuka Kereta Api Galunggung Bandung-Tasikmalaya dan Kereta Api Pangandaran Gambir-Bandung-Banjar. (Sam)

Ketua DPRD Jawa Barat Sampaikan Aspirasi Warga Sukarapih ke Pengelola Tol Cisumdawu

Persiwa Wamena Dikabarkan Ogah Tanding Lawan Persib Bandung, Yaya Sunarya: Itu Urusan Mereka

Begini Kondisi Fisik Para Pemain Persib Setelah Menunggu Seminggu untuk Bisa Menjamu Persiwa

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved