Pilpres 2019
Jokowi Sebut 'Propaganda Rusia', Ini Kata Pengamat Politik Unpar
Jokowi sempat menyebut soal 'Propaganda Rusia' dalam pidato di hadapan pendukungnya di Pelataran Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Yongky Yulius
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jokowi sempat menyebut soal 'Propaganda Rusia' dalam pidato di hadapan pendukungnya di Pelataran Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).
Pernyataan itu diungkapkan Jokowi saat menyatakam kekesalannya akam serangan berita hoaks yang menyerang dirinya.
Menurut pengamat politik dari FISIP Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, baik atau buruknya pernyataan tersebut tergantung maksud Jokowi saat menyatakam hal tersebut.
"Sepanjang kalau itu dikaitkan cara-cara kotor, tidak akan efektif," ujarnya ketika dihubungi Tribun Jabar, Kamis (7/2/2019).
Menurut Asep Warlan, publik paham bahwa cara-cara kotor semisal penyebaran hoaks terjadi di tempat lain.
Ia juga mengatakan bahwa serangan yang kurang substantif terhadap program oleh masing-masing capres dan pendukungnya harus dihentikan.
Hal ini, kata Asep Warlan, berlaku untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.
• BPN: Kalau Jokowi Mau Menyerang Prabowo, dengan Cara Elegan dong
"Kita tidak sehat dalam berdemokrasi. Lebih bagus kalau masing-masing mengungkapkan ide-ide segar yang bisa didiskusikan publik," ujarnya.
Ia menyontohkan bahwa pasangan capres-cawapres dapat memamparkan program-program kerjanya di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Jika hal substantif ramai dibahas di media sosial dan media mainstream, kata Asep Warlan, akan mengubah wajah demokrasi Indonesia lebih baik.
"Bahwa siapapun itu, mengatakan terhadap lainnya janganlah menuduh sesuatu menyinggung perasaan apalagi menyebut negara lain," ujarnya.
Ini juga menjadi tanggung jawab kedua pasangan capres-cawapres untuk memperlihatkan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat.
"Kalau itu (hal substantif atau soal program kerja) mendominasi medsos kita, akan lebih banyak diperhatikan, hoaks tidak laku karena yang dikonsumsi kaitan dengan substansi. Sayang itu tidak bisa diproduksi masing-masing pasangan," ujarnya.
Selain itu, Asep Warlan juga berharap, KPU dan Bawaslu dapat memberikan arahan kepada masing-masing capres dan cawapres mengenai cara berkampanye yang baik dan lebih mengutamakan hal subtantif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cerita-asisten-ajudan-presiden-soal-sosok-jokowi-sehari-hari-ini-yang-dilakukannya-saat-malam.jpg)