Berusaha Melarikan Diri, Sopir Kramat Jati Dijerat Pasal Berlapis, Hukuman Maksimal 9 Tahun Penjara

Pascakecelakaan maut Bus Kramat Jati di Jalan Raya By Pass Cikopo Cicalengka, Rabu (6/2/2019) dini hari, Asep Kurniawan sopir bus mencoba kabur.

Berusaha Melarikan Diri, Sopir Kramat Jati Dijerat Pasal Berlapis, Hukuman Maksimal 9 Tahun Penjara
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Petugas berusaha mengevakuasi korban kecelakaan Bus Kramat Jati. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pascakecelakaan maut Bus Kramat Jati di Jalan Raya By Pass Cikopo Cicalengka, Rabu (6/2/2019) dini hari, Asep Kurniawan sopir bus mencoba kabur.

Pada hari itu juga akhirnya Asep berhasil diciduk oleh pihak kepolisian di Cimahi.

"Kalau dia orang yang bertanggungjawab seharusnya dia berada disitu (saat kejadian). Tapi dia beralasan ingin berobat ke salah satu rumah sakit yang ada di Cimahi," kata Kasatlantas Polres Bandung, Hasby Ristama di Mapolres Bandung, Soreang, Kamis (7/2/2019).

Padahal menurut Hasby, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) terdapat Rumah Sakit Umum Daerah Cikopo, Cicalengka.

"Tak jauh dari situ hanya jalan dua menit pun sudah ada RSUD Cikopo dekat sekali dengan TKP. Oleh karena itu jika harus ke RS Cimahi tidak masuk akal. Oleh karena itu kita lakukan penangkapan di Cimahi," tuturnya.

Sopir Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka atas Kecelakaan yang Menewaskan 2 Penumpangnya

Dalam melakukan penangkapan pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak pengelola bus tanpa kendala yang berarti. Dalam waktu dua jam saja pihak kepolisian mampu meringkus Asep di Cimahi.

"Alhamdulillah kita tangkap disana dalam waktu dua jam," katanya.

Atas perbuatannya Asep dijerat pasal berlapis yakni Pasal 310 ayat 2, 3, dan 4 Undang-undang lalulintas Nomor 22 Tahun 2009 juncto Pasal 312 karena berusaha melarikan diri, dengan maksimal hukuman penjara 9 tahun penjara.

Karena kelalaiannya mengemudi menyebabkan seseorang atau oranglain meninggal dunia, luka berat ataupun luka ringan dan material, dengan total maksimal hukuman penjara 6 tahun penjara.

"Kita juctokan dengan Pasal 312 akibat dari kecelakaan yang dikemudikannya tersebut, dia tidak memberikan pertolongan, tidak memberitahukan kepada petugas kepolisian, maupun melarikan diri dengan maksimal hukuman penjara 3 tahun," pungkasnya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved