Anggota Komisi X DPR RI Minta RUU Permusikan Tak Ditanggapi Berlebihan, Draft Usulan Belum Diterima

Ledia mengatakan yang mendatangi Komisi X saat itu adalah musisi dari berbagai kalangan, mulai dari musisi senior dan musisi muda.

Anggota Komisi X DPR RI Minta RUU Permusikan Tak Ditanggapi Berlebihan, Draft Usulan Belum Diterima
muhamad syarif abdussalam/tribun jabar
Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PKS, Ledia Hanifa 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para musisi atau seniman musik Tanah Air diminta untuk tidak menanggapi Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan secara berlebihan.

Walaupun usulannya sudah tercantum dalam daftar Program Legislasi Nasional atau Prolegnas, draft usulan RUU tersebut belum diterima Komisi X DPR RI dan belum bisa ditentukan kelanjutannya.

Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PKS, Ledia Hanifa, mengatakan RUU Permusikan awalnya adalah inisiatif masyarakat yang merupakan musisi yang kemudian tercatat dalam prolegnas.

Namun, katanya, masih banyak yang harus dibahas dan dijalankan jika RUU ini mau dilanjutkan.

"Sebelumnya, asosiasi musisi datang ke Komisi X. Kalau mau masuk legislasi, harus ada draft akademis, membuat diskusi-diskusi supaya memantapkan draftnya. Tapi di DPR, draftnya juga belum sampai," kata Ledia saat ditemui di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Selasa (5/2).

Ledia mengatakan yang mendatangi Komisi X saat itu adalah musisi dari berbagai kalangan, mulai dari musisi senior dan musisi muda.

Namun, mereka pun belum bisa menyelesaikan draft akademisnya dan akhirnya DPR RI belum bisa menerima draft tersebut.

Di dalam diskusi itu, kata Ledia, ada beberapa masukan yang mengusulkan bahwa para musisi ini harus punya naskah akademis dan juga punya draft RUU terlebih dulu. Pihak DPR RI juga menanyakan tujuan pembuatan RUU tersebut.

"Jadi pertanyaan kemarin yang mendasar, undang-undangnya akan mengatur proses kreatifnya sang musisi atau mau melindungi musisinya, atau mau apa. Kan harus clear," katanya.

Pihaknya meminta para musisi menyepakati pembentukan asosiasi musisi. Selama ini, katanya, pihak musisi pun belum bisa kompak dalam membentuk asosiasi sehingga bisa saja pengajuan dari satu kelompok tidak sesuai dengan aspirasi kelompok lainnya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved