Selasa, 21 April 2026

Pemkab Bandung Targetkan Pembangunan Pasar Ikan Modern Selesai Pertengahan Tahun Ini

Pemkab Bandung terus genjot pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung.

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Bupati Bandung Dadang M Naser (jaket kuning) mengecek proyek Pasar Ikan Modern Sabilulungan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana, serta Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Dadang Hermawan, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (3/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pemkab Bandung terus genjot pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung H Dadang M Naser menargetkan PIM pertama di Jawa Barat ini bisa rampung pertengahan 2019 ini.

"Kalau dari sisi konstruksi sudah baik. Tapi jika lihat dari sarana penunjang, ini baru masuk kategori pasar sehat, bukan pasar modern. Jika tidak ada halangan lagi, pertengahan tahun ini pembangunan PIM sudah siap seratus persen," ujar Bupati seusai mengecek proyek didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana, serta Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Dadang Hermawan, Minggu (3/2/2019).

Menurutnya demi menunjang kenyamanan pengunjung dan penjual sejumlah sarana dan prasarana seperti tempat parkir, eskalator, food court bahkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) harus diperhatikan di PIM tersebut.

"Disini harus ada eskalator, agar memudahkan akses pengunjung jika ingin ke tempat food court di atas. Selain itu, tempat parkir yang nyaman, sirkulasi udara yang baik, sumur air dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) harus diperhatikan," ujarnya.

Dengan hadirnya PIM tersebut, Dadang M Naser berharap, kebutuhan protein dan gizi masyarakat Kabupaten Bandung dapat terpenuhi. Tidak hanya di Kabupaten Bandung keberadaan PIM ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi ikan masyarakat Bandung Raya dan umumnya di Jawa Barat.

"Hal ini juga dapat mengintervensi kasus stunting di Kabupaten Bandung. Stunting sendiri tidak hanya diderita oleh masyarakat menengah ke bawah, tapi menengah ke atas pun bisa terkena stunting. Ini dikarenakan pola makan yang tidak sehat, dimana masyarakat lebih memilih makanan instan dan siap saji," terangnya.

Stunting sendiri, lanjut Dadang merupakan kasuistik, oleh karena itu pihaknya akan mengantisipasi dengan berbagai macam makanan berkualitas termasuk ikan. Selain ikan-ikan segar, di PIM tersebut juga akan disediakan berbagai macam olahan ikan.

"Selain itu, limbah dari tulang ikan juga bisa dimanfaatkan menjadi tepung ikan yang nantinya dapat dicampur dengan makanan khas Sunda seperti Cireng dan Bala-bala" ungkap bupati.

Melalui PIM ini juga, Bupati Bandung berharap perekonomian masyarakat dapat ikut meningkat. Selain sebagai pusat suplai ikan air tawar dan air laut, PIM juga bisa menambah aset wisata kuliner di Kabupaten Bandung, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pembangunan PIM Kabupaten Bandung tersebut, telah dimulai sejak 10 Agustus 2018 lalu di atas lahan seluas 18.000 meter persegi, milik Pemerintah Daerah. Sebelumnya pembangunan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu, ditargetkan selesai pada Desember mendatang.

Adapun kios yang disediakan, seluruhnya berjumlah 228 unit terdiri dari kios/lapak basah, lapak ikan hidup, lapak ikan segar dan olahan, serta lapak pelengkap (bumbu, alat pancing dan lain-lain). Rencananya pasar ikan ini akan dibangun dua lantai. Dengan pasar ikan di lantai dasar dan pusat kuliner (foodcourt) di lantai atas. (mud)

Anang Hermansyah Janji Kaji Ulang RUU Permusikan, Dilihat Akan Diteruskan Jadi UU atau Tidak

Begini Kronologi Penganiayaan Dua Pegawai KPK di Hotel Borobudur Menurut Polisi

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved