Mulyadi, Pedagang Sandal dari Ban Bekas yang Masih Eksis di Astana Anyar

Kerajinan sandal dari bahan baku ban bekas berjejer di sebuah lapak milik Mulyadi (48) warga Astana Anyar, Kota Bandung.

syarif pulloh anwari/tribun jabar
Mulyadi, pedagang sandal dari ban bekas yang masih eksis di Astana Anyar. Astana Anyar dulu dikenal sebagai pusat sandal dari ban bekas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kerajinan sandal dari bahan baku ban bekas berjejer di sebuah lapak milik Mulyadi (48) warga Astana Anyar, Kota Bandung.

Selain sandal, nampak sebuah karet dengan berbagai macam bentuk berbaris rapih dirodanya tersebut.

Mulyadi mengaku usaha tersebut turun temurun dari ayahnya.

"Ini sudah 20 tahun turunan dari ayah kenal karet, ini tinggal nerusin," ujar Mulyadi saat ditemui TRIBUNJABAR.ID di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Sabtu (2/1/2019).

Ia mengatakan sudah lama tak memproduksi sandal dari ban bekas lantaran lahan pembuatan yang tidak ada dan bahan baku yang susah didapat.

"Kalau sandal ini kiriman dari Bogor, sudah lama nggak produksi, terakhir produksi sandal ini tahun 2000, pertama bahan susah, kedua tempat di rumah lahannya sempit," ujarnya

Selain menjual sandal, ia berjualan kerajinan dari bahan baku ban bekas seperti, tali timba buat sumur, jok kursi atau sofa, tali dipakai buat polisi tidur, tali derekan, shockbreaker mobil, gear motor.

Ia menceritakan pada tahun 1950 di Astana Anyar terkenal dengan usaha sandal ban bekas, namun seiring perkembangan zaman, industri sandal dari ban bekas ini rupanya semakin lesu karena peminatnya berkurang dan regenerasinya tak ada lagi.

Harga sandal yang dijual Mulyadi bervariatif, berkisar antara Rp 20 ribu sampai 50 ribu, tergantung model dan paduan bahan sandal.

Untuk tali timbaan dijual permeter dari Rp 5.000 sampai Rp 7.500 dan tali biasa dijual Rp 2.000 - Rp 3.000.

Mulyadi menambahkan alasan tetap berjualan ini demi menghidupi istri dan keempat anaknya.

"Menghidupi keluarga dari jualan ini, saya punya anak empat, tiga laki laki satu perempuan, semua masih sekolah," ujarnya(*)

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved