Prostitusi Online di Ketapang Terungkap, Muncikari Patok Tarif Minimal Rp 1 Juta, Ini Kronologinya

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengungkapkan, tiga transaksi tersebut terjadi dalam waktu dan tempat berbeda.

Prostitusi Online di Ketapang Terungkap, Muncikari Patok Tarif Minimal Rp 1 Juta, Ini Kronologinya
Pixabay.com
Ilustrasi prostitusi. 

TRIBUNJABAR.ID, KETAPANG - SD (31), yang diduga merupakan muncikari prostitusi online, ternyata sudah tiga kali melakukan transaksi dengan korbannya yang sekaligus pelapor SS (22).

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengungkapkan, tiga transaksi tersebut terjadi dalam waktu dan tempat berbeda.

"Yang pertama Sabtu 26 Januari 2019 sekitar pukul 13.00 WIB, di Hotel B. Kedua Sabtu 26 Januari 2019 sekitar pukul 16.00, di A kamar 103, dan yang ketiga pada Senin 28 Januari 2019 sekitar pukul 17.10 di Hotel C kamar 01," kata Eko, di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (31/01/2019).

Eko menjelaskan, uang hasil dari melayani tamu tersebut diambil tersangka, atau SD.

Korban atau pelapor tidak mendapat bagian sama sekali.

Tersangka Prostitusi Online di Ketapang Sebut Korban Penipu, Minta Dijual Karena Terjerat Utang

Kata AKP Eko Mardianto, tersangka muncikari SD mematok tarif korban dari Rp 1 juta hingga Rp 1, 5 juta untuk sekali kencan.

Hal tersebut dibenarkan X.

"Tarif Rp 1-1,5 juta sekali kencan bang," kata Eko.

Tersangka SD sendiri ditahan anggota Sat Reskrim Polres Ketapang setelah mendapat laporan dari korban yang sekaligus pelapor SS (22).

SS sudah tidak tahan dengan kelakuan tersangka yang meminta untuk melayani tamu pada Rabu, (30/01) di satu di antara Hotel berbintang di Ketapang.

Halaman
1234
Editor: Yongky Yulius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved