Buni Yani Sudah Pasti Bakal Dieksekusi Hari Ini, Segera Jalani Hukuman Penjara Selama 18 Bulan

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Buni Yani. Dengan demikian, jaksa bakal mengeksekusi menahan Buni Yani.

Buni Yani Sudah Pasti Bakal Dieksekusi Hari Ini, Segera Jalani Hukuman Penjara Selama 18 Bulan
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Terdakwa Buni Yani bangkit dari kursinya meneriakan "Allahu Akbar" seusai majelis hakim menjatuhkan vonis pada sidang putusan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (14/11/2017). Dalam putusannya majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Buni Yani dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, karena perbuatan terdakwa dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok. 

TRIBUNJABAR.ID - Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Buni Yani. Dengan demikian, jaksa bakal mengeksekusi menahan Buni Yani.

Adapun Buni Yani akan dieksekusi pada Jumat (1/2/2019) setelah sempat tertunda karena ada masalah teknis di pencantuman usia.

“Kami sudah terima salinan putusannya sejak lima hari lalu. Setelah salinan putusan ya berarti selanjutnya pengeksekusian," kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari, Kamis kemarin.

Surat pemanggilan terhadap Buni Yani dari kejaksaan telah ditandatangani Sufarip, Selasa lalu.

Dalam surat itu dinyatakan agar Buni Yani memenuhi panggilan pada Jumat ini pukul 09.00 WIB.

Buni Yani diminta untuk menghadap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Depok Priatmaji D Prawiro.

Buni Yani
Buni Yani (KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Ia juga tidak mau membeberkan teknis penahanan termasuk lokasi di mana Buni Yani akan ditahan.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menyampaikan, pihaknya mengajukan penundaan eksekusi.
Namun ia akan menerima apabila Kejaksaan Negeri Depok tetap melakukan eksekusi terhadap kliennya.

Aldwin Rahadian menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait permohonan kasasinya kabur. 

"Karena itu kami mohon ada penundaan eksekusi," kata Aldwin saat konferensi pers di Jalan Haji Saabun, Jatipadang, Jakarta Selatan, Rabu malam.
Aldwin Rahadian menilai, putusan kasasi MA hanya menyebut dua poin yaitu menolak kasasi jaksa dan kuasa hukum, dan membebankan biaya perkara Rp 2.500 kepada terdakwa.

Tidak disebutkan bahwa putusan kasasi memperkuat putusan Pengadilan Tinggi sebelumnya.

"Padahal putusan itu seharusnya harus konkret dan baru, harus eksplisit, harus jelas putusannya," kata Aldwin

Buni Yani sendiri juga menyoroti kesalahan penulisan usia dalam salinan putusan MA.

"Soal kesalahan umur di sini 48 (tahun), saya itu sudah 50 tahun pada bulan Mei. Ini saya anggap Buni Yani yang lain," kata dia.
Buni Yani. (Tribunnews)
Buni Yani. (Tribunnews)
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved