Cegah Plagiarisme Karya Ilmiah di Kalangan Mahasiswa, Unisba Gelar SPeSIA 2019
Dalam upaya menekan praktik plagiarisme karya ilmiah di kalangan mahasiswa, Unisba menggelar SPeSIA 2019
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam upaya menekan praktik plagiarisme artikel ilmiah karya penelitian di kalangan mahasiswa, Universitas Islam Bandung ( Unisba) menggelar Seminar Penelitian Sivitas Akademika Mahasiswa (SPeSIA) 2019.
Sebanyak 887 karya ilmiah para mahasiswa program studi sarjana yang dipublikasikan berasal dari sepuluh fakultas S1 Unisba di antaranya, Hukum Keluarga Islam, Komunikasi Penyiaran Islam, Matematika, Jurnalistik, Statistika, Farmasi, Teknik Perencanaan Kewilayahan dan Kota, Psikologi, Ilmu Hukum, Manajemen, Pendidikan Kedokteran, dan lainnya.
Rektor Unisba, Prof Edi Setiadi mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari surat edaran Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Nomor 2050/E/T/2011 tentang kebijakan unggah karya ilmiah dan jurnal perguruan tinggi, dan Nomor 152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah.
Serta, Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulanagan plagiat di perguruan tinggi, dan Nomor 22 Tahun 2011 tentang terbitan berkala ilmiah.
"Dari sana, kami pun kemudian memiliki kebijakan melalui surat edaran universitas nomor 1/C.7/BAK-k/I/2018, tentang keharusan setiap mahasiswa yang akan mengikuti wisuda, untuk membuat dan mempresentasikan makalah ilmiah di acara SPeSIA-Unisba," ujarnya saat ditemui disela kegiatan di Aula Unisba, Jalan Tamansari Bandung, Kamis (31/1/2019).
Untuk itu melalui kegiatan ini, pihaknya terus berupaya untuk mendorong seluruh sivitas akademika, khususnya para mahasiswa mampu menghasilkan inovasi atau penemuan baru dari setiap penelitian yang telah di lakukannya, khususnya yang berkaitan dengan tantangan di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0, sesuai dengan program studi yang digelutinya selama ini.
Terlebih kondisi saat ini, untuk dapat mendirikan sebuah prodi atau fakultas baru perguruan tinggi di hadapkan pada regulasi pemerintah yang cukup berat. Sehingga dibutuhkan inovasi baru, baik dalam hal pengajaran maupun penelitian.
"Kegiatan pembekalan ini sudah berlangsung lama, dan hasilnya pun sudah di publikasikan secara online dalam prosiding, dan juga setiap karya ilmiah ini sudah di uji tingkat plagiarismenya melalui software bernama Turnitin, yang selama ini belum ada komplain dari pihak manapun. Artinya para mahasiswa kita ini betul-betul melakukan orisinilitas penelitian, yang sesuai dengan kaidah penelitian," ucapnya.
Sehingga, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi peningkatan kualitas mahasiswa tersebut, institusi, dan juga dapat diterapkan di masyarakat. Salah satunya melalui program krativitas mahasiswa.
Disinggung terkait sanksi yang diberikan kepada karya ilmiah mahasiswa bila terbukti melakukan plagiarsme, menurutnya selain diminta mengulang penelitian baru, atau bahkan pembatalan hasil sidang kelulusannya, karena hal tersebut dikategorikan sebagai salah satu kejahatan akademik.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam SPeSia kali ini, pemakalah terbaik dari 10 fakultas tersebut akan mendapatkan sertifikat dan uang tunai masing-masing sebesar Rp. 1.250.000. Sedangkan kategori best of the best akan mendapatkan nominal Rp.1.500.000. (Cipta Permana)
• Ada 8 Panelis dalam Debat Pilpres 2019 Kedua Nanti, Berikut Nama-namanya
• Pengacara Kondang Boyamin Saiman Datangi Polres Cianjur, Ada Kasus Besar di Balik Pencurian Motor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/spesia-2019-di-ruang-kelas-unisba.jpg)