Breaking News:

Asap Fogging Untuk Berantas Nyamuk DBD Dinilai Berbahaya, Kadinkes Cimahi Sarankan Lakukan PSN

Pengasapan atau fogging untuk memutus rantai nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) dinilai cukup berbahaya bagi kesehatan.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ilustrasi: Petugas Dinkes Kota Cimahi saat melakukan fogging di RW 5, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pengasapan atau fogging untuk memutus rantai nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) dinilai cukup berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr Pratiwi, pada asap fogging terdapat banyak polutan atau zat pencemar yang dapat mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah.

"Jadi seharusnya masyarakat tak menjadikan fogging sebagai acuan untuk menangkal DBD. Tapi yang terpenting, mematikan jentik nyamuk Aedes Aegypti dengan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Selasa (30/1/2019).

Atas hal tersebut, kata dia, untuk melakukan fogging tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena apabila dilakukan asal-asalan justru malah akan berbahaya.

"Karena material fogging mengandung bahan kimia beracun," katanya.

Selain itu, lanjutnya, kandungan malathion pada asap fogging juga dapat menyebabkan kelainan saluran pencernaan (gastrointestinal).

Ia mengatakan, berdasarkan penelitian malathion mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak.

"Fogging bukanlah cara ampuh untuk memutus rantai nyamuk penyebab Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab, fogging hanya mematikan jentik nyamuk dewasa, sementara jentiknya tidak mati," katanya.

Ini Makna Tradisi Pembersihan Patung Dewa Jelang Imlek di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon

Curhatan Dul Jaelani Setelah Ahmad Dhani Masuk LP Cipinang, Sindir Wanita Bermerek Mahal


Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved