Pegiat Lingkungan Garut Tolak Kamojang dan Papandayan Jadi TWA, Banjir Bandang 2016 Bisa Terulang

Pegiat lingkungan di Garut menolak Kamojang dan Papandayan jadi taman wisata alam. Banjir bandang di Garut kota tahun 2016 harus jadi pelajaran.

Pegiat Lingkungan Garut Tolak Kamojang dan Papandayan Jadi TWA, Banjir Bandang 2016 Bisa Terulang
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Sejumlah pegiat lingkungan di Garut menggelar aksi penolakan perubahan status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan menjadi Taman Wisata Alam di Car Free Day Garut, Jalan Ahmad Yani, Minggu (27/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para pegiat lingkungan di Kabupaten Garut yang tergabung dalam komunitas Kadaka menggelar aksi di car free day, Jalan Ahmad Yani, Minggu (27/1/2019).

Dalam aksi tersebut, para aktivis lingkungan meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 25 tentang penurunan status Cagar Alam (CA) Papandayan dan Kamojang.

Kedua cagar alam itu kini telah berubah status menjadi Taman Wisata Alam (TWA).

Penurunan status itu dikhawatirkan akan merusak ekosistem di kedua kawasan.

Koordinator aksi Kadaka, Herdiana Taufik, mengatakan cagar alam merupakan benteng terakhir untuk melestarikan alam secara ekologis.

Saat berstatus cagar alam, hutan di Kamojang dan Papandayan sudah mengalami kerusakan.

"Apalagi sekarang statusnya berubah menjadi TWA. Seharusnya penurunan status kawasan itu tidak dilakukan pemerintah pusat," kata Herdiana Taufik, Minggu (27/1/2019).

Aliansi Cagar Alam Jawa Barat Tolak SK KLHK yang Turunkan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

Ridwan Kamil Pertanyakan Penurunan Fungsi Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

Ia menyebut, salah satu alasan agar cagar alam Papandayan dan Kamojang tak diturunkan statusnya, karena bisa menyebabkan bencana alam.

Banjir bandang pada 2016 harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Semua bencana yang terjadi punya keterkaitan dengan kerusakan alam. Kerusakan hutan dan pelanggaran yang terjadi di Garut hampir di semua kawasan," ujarnya.

Keberadaan cagar alam secara ekologis maupun fungsi kawasan, katanya, tidak memberikan toleransi terhadap pemanfaatan langsung.

"Kami meminta agar SK KLHK soal penurunan kawasan itu segera dicabut. Papandayan dan Kamojang harus tetap berstatus cagar alam," katanya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved