Empat Klinik dan Apotek Kimia Farma Gelar Pengobatan Gratis, Antisipasi Penyakit di Musim Hujan

Kimia Farma menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di empat titik hari ini.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, yang digelar Klinik dan Apotek Kimia Farma Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor Nomor 49, Kabupaten Sumedang, Minggu (27/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Besarnya potensi beragam penyakit di musim pancaroba seperti saat ini, salah satunya wabah demam berdarah dengue (DBD), Klinik dan Apotek Kimia Farma memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat.

Kegiatan pengobatan gratis ini dilaksanakan serentak, Minggu (27/1/2019) di empat titik lokasi sekitar Klinik dan Apotek Kimia Farma di Bandung Raya.

Wilayah tersebut yakni, Jatinangor, Kabupaten Sumedang; Rancabolang, Kota Bandung; Padalarang, Kabupaten Bandung Barat; dan Kabupaten Subang.

Business Manager Klinik Kimia Farma untuk wilayah Bandung, Tasikmalaya, dan Cirebon, Riestya Dwi Permata, mengatakan, kegiatan pengobatan gratis ini merupakan agenda rutin tahunan CSR Klinik dan Apotek Kimia Farma.

Pengobatan gratis meliputi pemeriksaan kesehatan melalui alat magnetic quantum resonance analyzer,
cek gula darah, konsultasi dan edukasi kesehatan bersama dokter, hingga pemberian obat secara gratis.

Masyarakat mengikutu kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, yang digelar Klinik dan Apotek Kimia Farma Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor Nomor 49, Kabupaten Sumedang, Minggu (27/1/2019).
Masyarakat mengikutu kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, yang digelar Klinik dan Apotek Kimia Farma Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor Nomor 49, Kabupaten Sumedang, Minggu (27/1/2019). (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Para peserta sebelumnya diajak untuk mengikuti kegiatan senam bersama sebagai upaya untuk meningkatkan kondisi fisik untuk mencegah serangan berbagai wabah penyakit.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah paradigma yang selama ini ada di masyarakat, bahwa unit pelayanan kesehatan Kimia Farma tidak selalu identik dengan masyarakat kelas atas. Hal ini dibuktikan dengan empat titik klinik dan apotek tersebut. Kami juga telah menerima pasien BPJS kesehatan," ujarnya saat ditemui di klinik dan apotek Kimia Farma Jatinangor, Minggu (27/1/2019).

Perempuan yang akrab disapa Riries ini menambahkan, berdasarkan hasil observasi pemeriksaan yang dilakukan dokter klinik dalam beberapa waktu terakhir, jenis penyakit yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat meliputi berbagai penyakit yang kerap menyerang saat musim penghujan, seperti influenza, demam, diare dan penyakit lainnya.

Setiap klinik Kimia Farma selain melayani pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara umum, juga telah dilengkapi dengan keberadaan fasilitas dokter gigi yang dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi.

"Sebagai salah satu Perusahaan BUMN tentunya kami ingin dapat lebih dikenal dekat dan bermafaat bagi seluruh kalangan masyarakat. Kimia Farma bukan hanya identik dengan apotek, tetapi juga kami memiliki jaringan klinik yang sangat luas, hingga 200 klinik se-Indonesia," ucapnya.

Untuk di Jawa Barat sendiri, kata Riries, klinik Kimia Farma telah terdapat di wilayah Cirebon sebanyak tujuh unit; satu unit di Tasikmalaya; dua unit di Garut; dan 13 unit di wilayah Kabupaten/Kota Bandung.

"Salah satu benefit dari klinik kami yang belum banyak diketahui masyarakat adalah, ketika pasien BPJS kesehatan yang telah terdaftar di salah satu klinik Kimia Farma, maka secara otomatis akan dapat dilayani di seluruh klinik yang ada, tanpa harus memindahkan faskes satunya, karena data pasien sudah terkoneksi satu sama lainya di seluruh klinik kami. Hal ini tentunya akan lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatannya," katanya.

Penulis: Cipta Permana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved