IPKJI Ajak Perawat Jiwa Beradaptasi dengan Era Revolusi Industri 4.0

IPKJI Jawa Barat menggelar pelantikan pengurus periode 2018-2023 dilanjutkan dengan Seminar Keperawatan Jiwa di Era Revolusi Industri 4.0

IPKJI Ajak Perawat Jiwa Beradaptasi dengan Era Revolusi Industri 4.0
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Prosesi pelantikan pengurus Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Jawa Barat periode 2018-2023 yang dilanjutkan dengan Seminar Keperawatan Jiwa di Era Revolusi Industri 4.0, di Gedung Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof Eikman No 38 Kota Bandung, Sabtu (26/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia ( IPKJI) Jawa Barat menggelar pelantikan pengurus periode 2018-2023 dilanjutkan dengan Seminar Keperawatan Jiwa di Era Revolusi Industri 4.0, di Gedung Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof Eikman No 38 Kota Bandung, Sabtu (26/1/2019).

Pentingnya revolusi industri 4.0. sebagai fase industri merupakan perubahan nyata yang harus disikapi juga dalam dunia keperawatan.

Industri 4.0 yang hadir menggantikan industri 3.0 ditandai dengan cyber fisik dan kolaborasi manufaktur.

Menurut Ketua IPKJI Jawa Barat, Prof Suryani S.Kp MHSc Ph.D, industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi mengubah cara beraktivitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari pengalaman hidup sebelumnya.

Seorang perawat jiwa harus mempersiapkan diri dalam menghadapi revolusi industri 4.0 karena akan banyak perubahan dalam era ini terutama kompetensi.

"Kompetensi ini dapat terwujud dengan pendidikan dan latihan. Pendidikan bisa berupa seminar, kuliah, buku, dan media. Pelayanan keperawatan jiwa yang komprehensif berfokus kepada pencegahan primer pada anggota masyarakat yang sehat jiwa, pencegahan sekunder pada anggota masyarakat dengan masalah psikososial, serta pencegahan tersier pada pasien gangguan jiwa dengan proses recovery," kata Suryani di sela Seminar Keperawatan Jiwa di Era Revolusi Industri 4.0.

Suryani juga menilai bahwa peran perawat kejiwaan di era industri 4.0 harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada.

Dengan demikian, peran perawat kejiwaan tidak akan ditinggalkan begitu saja, terlebih saat ini banyak potensi yang bisa menumbuhkan gangguan kejiwaan banyak orang.

"Perkembangan tekonologi gadget, salah satunya, bisa berpotensi menimbulkan gangguan jiwa. Misalnya melakukan selfie berlebihan, itu sudah masuk ke gangguan kejiwaan. Di sinilah perluhadirnya peran perawat kejiwaan secara fisik," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Humas STIKep PPNI Jawa Barat, Masdum Ibrahim, mengatakan bahwa pentingnya update skill bagi perawat kejiwaan membuat pihaknya menggelar seminar ini.

Seminar diisi oleh sembilan narasumber yang merupakan guru besar keperawatan jiwa Fakultas Keperawatan Unpad, Praktisi dari RSJ Provinsi Jawa Barat, RSUD Arjawinangun Cirebon, Dosen Keperawatan Jiwa dan pegiat kesehatan jiwa ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta.

Hadir pula Pengurus Pusat IPKJI, Dewan Pengurus Wilayah PPNI Jawa Barat, Dewan Pengurus Daerah PPNI Kota Bandung dan para ketua/sekretaris ikatan/himpunan seminat seperti ; IPANI Jawa Barat, HIPERCCI Jawa Barat, HIPPII Jawa Barat, IPDI Jawa Barat, INKAVIN Jawa Barat, InWOCNA Jawa Barat, HIPANI Jawa Barat dan undangan lainya.

"Harapannya kegiatan ini dapat menjadi media sosialisasi organisasi yakni Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia Jawa Barat kepada masyarakat luas bahwa perawat memiliki himpunan yang konsen akan kesehatan jiwa," tambah Khrisna Wisnusakti, Ketua Panitia Pelantikan Pengurus IPKJI Jabar Periode 2018-2023 dan Seminar Keperawatan Jiwa di Era Revolusi Industri 4.0. (*)

Ratusan Pemburu Chicken Dinner di Priangan Timur Adu Taji di Siliwangi Global Game Battleground

Bunyi SMS Vicky pada Angel Lelga yang Disetor ke Polisi, Ancam Hancurkan Jika Tak Bisa Memiliki Lagi

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved