Waspada DBD
Pasien DBD di RSUD Soreang Terus Bertambah, Sebagian Pasien Dirujuk karena Ruangan Penuh
Pasien DBD di RSUD Soreang, Kabupaten Bandung, terus bertambah. Sebagian pasien dirujuk karena ruangan penuh.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin
TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Jumlah pasien deman berdarah dengue (DBD) di RSUD Soreang Kabupaten Bandung terus bertambah.
Berdasarkan data rumah sakit per tanggal 1-17 Januari 2019, jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Soreang mencapai 78 pasien.
"Ini menurut data dari 1-17 Januari sesuai atau sama dengan yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, jumlah pasien yang sudah masuk ke Rumah Sakit Soreang sebanyak 78 orang," kata Kasubag Program dan Kehumasan RSUD Soreang, Jajat Sudrajat, di ruangannya, Jumat (25/1/2019).
Menurutnya dari jumlah tersebut ada sebagian pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain, karena fasilitas perawatan di RSUD Soreang terbatas, khususnya jumlah ruangan yang penuh.
"Jadi kami rujuk ke rumah sakit terdekat ada yang ke RS Al Ihsan, ada yang ke RS Immanuel ada juga yang permintaan sendiri, mau ke rumah sakit mana masuknya," kata Jajat Sudrajat.
Jajat menambahkan, dari tanggal 17 hingga sekarang sejumlah pasien DBD terus masuk ke RSUD Soreang, meski jumlahnya tidak signifikan.
Namun data jumlah pasien terbaru sendiri belum direkap oleh pihak rumah sakit, karena rekap dilakukan setiap seminggu sekali untuk kemudian dilaporkan ke Dinkes Kabupaten Bandung.
"Ini termasuk banyak juga yang sudah direkap hingga tanggal 17 Januari saja mencapai 78 pasien. Kalau dijumlah dengan yang belum ke rekap minggu ini, mungkin akan bertambah lagi jadi banyak juga," kata Jajat Sudrajat.
Ia mengatakan, sebanyak 52 persen lebih pasien DBD yang masuk ke RSUD Soreang adalah anak-anak usia 1-18 tahun. Sisanya 48 persen, DBD menyerang masyarakat usia produktif.
"Sangat variatif, kebanyakan anak-anak yang terkena DBD. Mungkin daya tahan tubuh masih kurang kuat, sehingga mudah terserang penyakit. Yang dewasa juga ada. Sebagian besar pasien DBD ini sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing," kata Jajat Sudrajat.
Menurut Jajat Sudrajat, jumlah pasien DBD yang masuk ke RSUD Soreang terbilang cukup tinggi.
Hal ini dikarenakan masyarakat yang kurang memelihara kebersihan lingkungan di tempat tinggalnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyebutkan jumlah kasus DBD di Kecamatan Soreang hanya mencapai 19 kasus DBD.
"Jumlah kasus terbanyak terdapat di Kecamatan Pameungpeuk sebanyak 24 kasus, Baleendah 23 kasus, dan Soreang 19 kasus," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kabupaten Bandung, Deni Jaeni, Kamis (24/1/2019).
Dinkes Kabupaten Bandung menyatakan penderita penyakit DBD di 31 kecamatan pada Januari 2019 meningkat dibandingkan Januari 2018 lalu.
Hingga 24 Januari 2019 jumlah warga yang positif terserang DBD sebanyak 236 kasus, sedangkan pada Januari 2018 hanya 189 kasus.