Waspada DBD

Cerita Duka Ratna dan Ujang yang Kehilangan Anak Bungsunya karena DBD

DBD merenggut nyawa bocah lima tahun. Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit dan didiagnosis radang tenggorokan.

Cerita Duka Ratna dan Ujang yang Kehilangan Anak Bungsunya karena DBD
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ratna menunjukkan foto anak bungsunya, Riski, yang meninggal dunia karena DBD. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Suasana duka masih menyelimuti pasangan suami istri Ujang (48) dan Ratna warga Kampung Cigugur Tengah, RT 4/8, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jumat (25/1/2019).

Anak mereka, Muhammad Riski Aditia (5), meninggal dunia, Kamis (24/1/2019) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Ratna mengatakan, gejala awal yang dialami anak ketiganya itu yakni demam atau panas pada Rabu (16/1/2019). Keesokan harinya ia berinisiatif membawa Riski ke puskesmas terdekat untuk berobat.

Namun, kata dia, setelah pulang dari puskesmas dan diberi obat, Riski tidak bisa meminumnya, bahkan anaknya itu langsung muntah ketika minum obat.

"Saya penasaran, kemudian saya langsung membawanya ke Rumah Sakit Avisena dan diagnosis sakit radang tenggorokan dan panas," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/1/2019).

Ia menambahkan kondisi Riski sempat membaik selama empat hari. Namun pada Selasa, kesehatannya menurun drastis dan mengeluarkan darah dari mulut.

"Kemudian Rabu dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Cibabat dan langsung ditangani di ruang perawatan intensif. Empat hari panasnya turun kemarin. Itu ternyata bukan sehat, tapi trombositnya menurun," katanya.

Ia mengatakan, setelah ditangani di RSUD Cibabat, pihak rumah sakit menyatakan anaknya terserang DBD dan virusnya sudah mencapai ke otak.

"Namun kondisinya masih bisa berkomunikasi, padahal virusnya sudah nyebar tapi tetap sadar terus. Bagian pembuluh darah pecah dan keluar darah dari hidung dan telinga," katanya.

Ujang (48) menambahkan, anaknya saat sakit itu kerap mengeluhkan sakit di bagian punggung dan sebagian tubuhnya terdapat bintik-bintik merah.

"Meninggalnya Kamis (kemarin) sekitar pukul 10.00 WIB. Dia Anak laki-laki satu-satunya, kakaknya dua-duanya perempuan," ucapnya.

Setelah itu, kata Ujang, dari pihak Kelurahan Cigugur Tengah dan puskesmas langsung datang ke rumahnya untuk meminta keterangan terkait anaknya yang terserang penyakit DBD.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved