Kamis, 16 April 2026

Duh, Lautan Sampah di Kali Pisang Batu Bekasi Jadi Sorotan Media Asing

Reuters menulis kejadian lautan sampah di Kali Pisang Batu itu dengan judul " Sampah Tak Pernah Berhenti, Indonesia Berjuang Untuk Bersihkan Sungai".

Reuters.com
Media asal Inggris Reuters mewartakan sampah di Kali Pisang Batu, Kabupaten Bekasi, Kamis (24/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Sejumlah media asing turut memberitakan lautan sampah yang sempat menumpuk di Kali Pisang Batu Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (24/1/2019).

Beberapa minggu lalu, Kali Pisang Batu dipenuhi sampah rumah tangga yang sebagian besar didominasi sampah plastik.

Dilansir dari Kompas.com, panjang sampah pun tak kira-kira. Panjangnya mencapai 1,5 kilometer dan menutupu Kali pisang Batu.

Tak sampai situ, air kali pun terlihat berwarna hitap pekat dan mengeluarkan bau menyengat.

Ribuan ton sampah itu diduga berasal dari aliran kali di wilayah Kota Bekasi. Air tanah di sekitar kali yang digunakan warga untuk mandi atau mencuci pakaian juga terlihat keruh dan bau.

Media asal Inggris, Reuters, mewartakan lautan sampah di Kali Pisang Batu.

Dalam websitenya, Reuters menulis kejadian lautan sampah di Kali Pisang Batu itu dengan judul " Sampah Tak Pernah Berhenti, Indonesia Berjuang Untuk Bersihkan Sungai".

Gelandang Sayap Menumpuk di Skuat Persib Bandung, Frets Butuan Tak Gentar Bersaing

Berita itu terbit pada Rabu (23/1/2019) pukul 19.07 WIB. Selain Reuters, media asal Amerika Serikat, The New York Times, juga mewartakan Kali Pisang Batu yang dipenuhi sampah plastik itu.

The New York Times dalam website mengutip berita dari Reuters. Kemudian media asal Singapura, The Straits Times, ikut mewartakan lautan sampah di Kali Pisang Batu dalam website mereka yang juga mengutip berita dari Reuters.

Kini, kondisi Kali Pisang Batu sudah jauh lebih baik usai sampah diangkut selama satu bulan menggunakan dua alat berat serta puluhan truk sampah.

Sebanyak lebih dari 2.000 ton sampah terangkut dari kali tersebut.

Cegah Peningkatan DBD, Pemkab Sumedang Minta Warga untuk Waspada dan Melakukan Pencegahan

Meski sudah terangkut, masih terdapat sisa sedikit sampah yang belum terangkut mengambang di permukaan kali yang airnya hitam pekat itu.

Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi pun sudah sepakat untuk memasang jaring sampah di kali perbatasan wilayah masing-masing.

Hal itu berguna untuk menahan sampah agar tidak memasuki aliran kali di wilayah lain, sehingga petugas kebersihan di wilayah tersebut bisa langsung mengangkut sampah.

Angka Terduga DBD Meningkat Sejak Akhir Tahun, Pemkab Sumedang Belum Menetapkan sebagai KLB

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved