Breaking News:

Santi Ratmana Terbaring Lemah Selama 20 Tahun, Sang Ayah Pilih Tidak Kerja untuk Rawat Putrinya

Agus bercerita, ia sempat mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja proyek di Kabupaten Garut, memutuskan untuk membawa Santi agar tetap bisa berobat

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Agus (40), ayah kandung Santi Ratmana (22), warga Kampung Sekejengkol, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengaku, terpaksa tidak memiliki pekerjaan tetap, karena seluruh waktunya dihabiskan untuk merawat anaknya tersebut.

Di dalam rumah kecil berukuran 3x4 meter,setiap harinya, Santi yang hanya terbaring lemah akibat kelumpuhan ini, bila ingin bergerak atau menginginkan sesuatu, Santi hanya bisa menangis.

Mulai dari aktivitas istirahat, makan, hingga buang air besar, semua dilakukan Santi di atas pembaringan, karena orangtua Santi khawatir bila dibopong keluar membuat tidak nyaman.


Diketahui, saat berusia 1,5 tahun, Santi mengalami demam tinggi disertai kejang - kejang, sehingga pada akhirnya mengalami kelumpuhan dan belum mendapatkan kembali pertolongan medis.

Agus bercerita, tiga tahun lalu, ia mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja proyek di Kabupaten Garut, memutuskan untuk membawa Santi agar tetap mendapatkan perawatan.

"Anak saya terpaksa dibawa, katanya bosnya juga silahkan saja, yang penting menganggu pekerjaan," kata Agus di kediamannya di Kampung Sekejengkol, Kecamatan Cileunyi, Selasa (22/1/2019).

Kemensos dan Pemprov Jabar Sepakati Perjanjian Pinjam Pakai SLB Negeri A Kota Bandung

Setelah pekerjaan proyek selesai, beberapa waktu kemudian, ia kembali ke Cileunyi, namun kondisi Santi semakin parah dan pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan yang menyita waktu.

Agus menambahkan, setelah bekerja di Garut, ia kembali menjadi buruh serabutan yang bekerja tidak jauh dari rumah, agar kondisi anaknya sulung tersebut terpantau.

"Siapa yang akan menyuapi anak saya kalau bukan saya, karena itu darah daging saya, harus dijaga," katanya.

Untuk kebutuhan Santi sehari-hari, kata Agus, selain mengandalkan dari bekerja sebagai buruh serabutan atau pemberian dari warga sekitar, berupa uang tunai atau makanan.

"Gak mau anak saya kesepian," katanya.

Agus mengatakan, sejak mendapatkan perawatan dari rumah sakit pada 20 tahun silam hingga saat ini, Santi belum pernah mendapatkan perawatan dan hanya bisa pasrah atas kondisi tersebut.

"Mungkin ini sudah rencana terbaik tuhan untuk keluarga saya," katanya.

Menengok Tempat Cukur Tertua di Kota Bandung, Buka Tahun 1949 & Bung Karno Potong Rambut di Sini

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved