Unik, Endang Buat Kerajinan Kerangka Dinosaurus dari Bahan Tripleks

Dari tangan kreatif Endang Romansyah (50), bahan baku triplek disulap menjadi kerajinan miniatur berbagai macam jenis dinosaurus yang bernilai ekonomi

Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Endang Romansyah (50), seorang perajin miniatur berbahan triplek. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dari tangan kreatif Endang Romansyah (50), bahan baku triplek disulap menjadi kerajinan miniatur berbagai macam jenis dinosaurus yang bernilai ekonomi tinggi.

Usaha kerajinan miniaturnya tersebut berawal saat Endang sedang bermain ke taman Lansia Kota Bandung, melihat sebuah replika patung di taman tersebut.

"Awalnya di Taman Lansia ada patung Dinosaurus, mulai terobsesi membuat kerangka, tadinya mau bikin usaha yang aneh di Bandung, yang unik yang belum ada di Bandung," ujar Endang saat ditemui Tribun Jabar di Museum Geologi, Kota Bandung, Sabtu (19/1/2019) kemarin.


Endang pun mulai mencoba membuat kerajinan dari pemikiran kreatifnya, alhasil, berbagai produk kerajinan dari triplek tersebut, mendapat respon positif dari para konsumen.

"Usaha kaya gini belum ada, setelah dicoba ada beberapa jenis, ternyata responnya bagus, ada yang pesan (request) jenis yang lain terus dikembangkan," ujarnya

Ayah dua anak ini, mengaku ia sudah mempelajari berbagai jenis struktur tulang dinosaurus yang ia pelajari di Museum Geologi Bandung.

SMK Cibening di Cibingbin Kuningan Sempat Terendam Air 80 Sentimeter, Tembok Saluran Irigasi Jebol

"Semua jenis jenis dinosaurus ada semua, kalau ditotalkan semuanya 30 jenis, mempelajari struktur tulang di Museum Geologi," ungkapnya

Endang dalam sehari mengerjakan mulai dari proses pemotongan, mengampelas hingga merakitnya dari satu lembar triplek dengan ketebalan 6mm, bisa menghasilkan 10 buah berbagai jenis dinosaurus ukuran kecil.

Sementara itu, terkait harga kerajinan miniatur dinosaurus yang ditawarkannya bervariatif, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung kesulitan kerangkanya.

"Kalau harga variatif ya, dari harga Rp 40 ribu sampai Rp 1.5 juta, ada yang 200 ribu ukuran 60x40 cm, yang ukuran 20x20 cm itu Rp 40 ribu,"ujarnya.

Endang menambahkan biasanya menjual kerajinan yang dibuatnya itu di Taman Lansia dan setiap satu bulan sekali di Museum Geologi.

"Jualan per-event saja di museum per bulan dan seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu di depan museum geologi, Taman Lansia, kalau hari hari biasa jualannya lewat online,"ujarnya.

Kritik Pedas Jerinx ke Jokowi: Stop Main Aman, Batalin Reklamasi Teluk Benoa, Pecat Susi Pudjiastuti

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved