Breaking News:

Salah Kaprah soal Fogging, Ini Cara Tepat Cegah DBD Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung

Grace juga menambahkan, guna membasmi nyamuk Aedes Aegypti masyarakat bisa melakukan PSN dan jentik seminggu sekali.

Pixabay.com
Nyamuk penyebab DBD. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Demi mencegah meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melakukan langkah preventif, dengan membuat surat edaran ke setiap kecamatan dan sosialisasi fogging.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Merdiana Purnami, menuturkan per 21 Januari ini, jumlah kasus DBD di tercatat mencapai 67 kasus.

Sementara pada bulan yang sama di tahun 2018, DBD mencapai 189 kasus.

"Sampai saat ini belum ada kenaikan yang signifikan. Akan tetapi sebagai langkah preventif, kami sudah membuat surat edaran ke kecamatan untuk mewaspadai DBD dengan cara PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan 4M (Mengubur, Menutup, Menguras dan Memantau)," ujarnya di Soreang, Senin (21/1/2019).

Selain itu menurutnya harus ada sosialisasi terkait fungsi fogging, pasalnya masih banyak masyarakat yang keliru dan memilih fogging sebagai cara mencegah terjadinya DBD.

“Fogging sendiri hanya untuk memberantas nyamuk dewasa, itupun harus ada KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit). Setelah ada KDRS baru kita melaksanakan PE (Penyelidikan Epidemiologi), untuk memastikan apakah benar di daerah tersebut endemis DBD," katanya.

Grace Merdiana Purnami mengimbau masyarakat untuk membersihkan tempat- tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa, mudah-mudahan ke depannya juga tidak ada. Untuk itu masyarakat diimbau untuk menyisir setiap sudut rumah yang biasanya terlewatkan, dan yang dimungkinkan menjadi tempat bertelurnya nyamuk," tutur Grace Merdiana Purnami.

Grace Merdiana Purnami juga menambahkan, guna membasmi nyamuk Aedes Aegypti masyarakat bisa melakukan PSN dan jentik seminggu sekali.

PSN bisa dilakukan dengan cara memberikan larvasida pada tempat penampungan air, memeriksa tempat yang dapat menampung air, juga memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

"Selain itu, menutup lubang pada pohon atau pagar, tidak membiasakan menggantung pakaian, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menanam tanaman pengusir nyamuk, memakai lotion anti nyamuk serta gotong royong membersihkan lingkungan," katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M Naser, mengungkapkan, melalui kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung beberapa hari yang lalu, selain menjaga lingkungan juga dapat melindungi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari penyakit DBD.

"Selain untuk menjaga kebersihan, kegiatan jumsih juga dilakukan untuk penataan lingkungan di halaman kantor perangkat daerah agar selalu terlihat rapih dan bersih. Jika lingkungannya sehat, kita yang bekerja juga Insyaallah akan sehat," kata Bupati beberapa lalu.

Dadang juga mengimbau, ASN harus mempunyai kesadaran dalam menjaga lingkungan. Dengan prilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat. Karena semua pihak harus terlibat dan ikut berperan dalam menciptakan kebersihan, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit DBD. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved