PT KAI Aktifkan Kembali 4 Jalur Kereta Api di Jawa Barat, Jalur Cibatu-Garut Jadi Prioritas

Empat jalur kereta api (KA) nonaktif di Jawa Barat akan diaktifkan kembal oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

PT KAI Aktifkan Kembali 4 Jalur Kereta Api di Jawa Barat, Jalur Cibatu-Garut Jadi Prioritas
Tribun Jabar/Zelphi
Pekerja mempersiapkan lahan untuk menumpahkan cor semen beton di tepian jalur kereta api dekat Stasiun Kereta Cianjur Kota, Kamis (10/1).Rencana dibukanya jalur kereta api Bandung-Cianjur pada Maret mendatang, pihak PT KAI Daop 2 sudah melakukan berbagai persiapan. 

TRIBUNJABAR.ID- Empat jalur kereta api (KA) nonaktif di Jawa Barat akan diaktifkan kembal oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin menyatakan reaktivasi jalur KA ini didukung pemerintah pusat dan daerah.

Harapan dari pengaktifan kembali empat jalur kereta api itu adalah dapat mendorong daerah sekitar untuk lebih berkembang dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keempat jalur kereta api yang diaktifkan kembali itu adalah rute Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 kilometer, rute Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer, rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 kilometer, dan rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer.

Agus Komarudin menambahkan, skema pendanaan reaktivasi jalur KA di wilayah tersebut disarankan oleh regulator atau pembuat kebijakan untuk didanai oleh PT KAI.

PT KAI Jamin Tak Ada Pungli bagi Penumpang Mobil di Stasiun Banjar menuju Pangandaran

Mulai Sore Ini Pengguna Kereta Api Bisa Check In Tiket di Semua Stasiun, Mulai H-7 Keberangkatan

"Meski demikian, KAI masih mengevaluasi sumber dana yang harus disiapkan KAI, dan menunggu arahan atau progress finalisasi bentuk keputusan tersebut dari regulator," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/1/2019).

Agus Komarudin menjelaskan, reaktivasi jalur Cibatu-Garut yang ditutup pada tahun 1982 sepanjang 19,3 kilometer akan menjadi prioritas untuk tahap awal reaktivasi jalur-jalur yang ada.

"Dengan reaktivasi, kemacetan di jalan raya dapat dikurangi, terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui kereta api, tercipta kemudahan akses ke lokasi wisata, dan hadirnya kepastian waktu dalam distribusi logistik," ujar dia.

Tahap awal pekerjaan rute Cibatu-Garut, lanjut Agus, telah dilakukan sosialisasi, mapping, pekerjaan area di Stasiun Cibatu, persiapan rebuilding depo lokomotif atau kereta, serta penertiban bangunan yang berada di sepanjang jalur.


"Dari 1.077 bangunan yang perlu ditertibkan, total terdapat 911 KK (kepala keluarga) yang akan mendapatkan uang bongkar," kata Agus Komarudin.

Agus Komarudin menyampaikan, hingga 16 Januari 2019 lalu, 218 KK atau 23,93 persen telah menerima uang bongkar yang diberikan melalui rekening bank.

"Setelah menerima uang bongkar, masyarakat secara sukarela membongkar bangunannya sendiri karena mereka menyadari bahwa bangunannya berada di atas aset KAI," kata dia.

Agus mengungkapkan, reaktivasi tahap satu rute Cibatu-Garut ditargetkan selesai di tahun ini. "Mudah-mudahan reaktivasi tahap satu jalur Cibatu-Garut bisa rampung di akhir 2019. Tahun ini," kata dia. (Mela Arnani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Jalur KA di Jawa Barat Akan Difungsikan Kembali, Ini Penjelasan KAI"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved