Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza Mulai Dibangun, Tokoh Masyarakat Setempat Sangat Berterima Kasih

Keinginan masyarakat Gaza untuk memiliki masjid yang representative akhirnya terwujud. Peletakan batu pertama Masjid Istiqlal Indonesia dilakukan

Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza Mulai Dibangun, Tokoh Masyarakat Setempat Sangat Berterima Kasih
ISTIMEWA
Tokoh masyarakat Mann Bakhouns, Dr Mahmoud al-Zahar mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Indonesia saat memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama Masjid Istiqlal Indonesia di Maan Bakhanouns, Provinsi Khan Younis, Gaza, Palestina, Sabtu (19/1/2019) waktu setempat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Keinginan masyarakat Gaza untuk memiliki masjid yang representative akhirnya terwujud.

Sabtu (19/1/2019) sekitar pukul 09.00 waktu Gaza, telah dilakukan peletakan batu pertama sekaligus peresmian nama masjid yang akan dibangun tersebut dengan nama Masjid Istiqlal Indonesia.

‘’Alhamdulillah, Sabtu malam waktu Indonesia, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza. Insyaallah, pembangunan masjid ini akan dirampungkan dalam waktu 10 bulan ke depan,’’ kata Direktur Kasih Palestina, Caca Andika dalam siaran persnya, Senin (21/1).

Disebutkan Caca, pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia ini merupakan keinginan langsung dari masyarakat di Gaza.

Nama Istiqlal diambil karena memiliki arti ‘kemerdekaan’, sesuai dengan harapan terbesar masyarakat Palestina yang sudah hampir 70 tahun dijajah oleh Israel.

Masyarakat Palestina pun, kata Caca, sangat mengenal Masjid Istiqlal di Indonesia yang disebut sebagai pusat peradaban Islam di Ibu Kota Indonesia, Jakarta.

Masjid Istiqlal Indonesia ini, kata Caca, dibangun di daerah Maan Bakhanouns, Provinsi Khan Younis, Gaza, Palestina.

Di lokasi ini, kata dia, terdapat lahan seluas 1.751 meter persegi yang akan dibangun masjid dengan kapasitas 5.000 jemaah.

‘’Selain digunakan untuk beribadah shalat lima waktu, kami akan membangun fasilitas pendidikan Al Qur’an untuk melahirkan hafidz dan hafidzah di sana. Jadi, masjid ini akan jadi pusat peradaban masyarakat Gaza,’’ ujar Caca.

Caca mengakui bahwa membangun masjid di Gaza tidak semudah dengan membangun masjid di Indonesia. Hal ini dikarenakan ketatnya blokade oleh tentara Israel.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved