Senin, 13 April 2026

Dispangtan Klaim Hasil Panen Padi di Kota Cimahi pada Tahun 2018 Meningkat

Dispangtan Kota Cimahi, mencatat pada tahun 2018 hasil panen padi di Kota Cimahi meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2017.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
isep heri/tribun jabar
Ilustrasi: Petani sedang memanen hasil padi di sawah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, mencatat pada tahun 2018 hasil panen padi di Kota Cimahi meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2017.

Kepala Bidang Pertanian, Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari, mengatakan, pada tahun 2017 produksi padi di Kota Cimahi hanya mencapai 1.196 ton, dengan capaian produktivitasnya 6,67 ton per hektare, sedangkan pada tahun 2018 naik menjadi 1.559,4 ton.

"Jadi pada tahun 2018 lalu memang hasil panen padi di Kota Cimahi ada peningkatan dengan capaian produktivitasnya 6,67 ton per hektare," ujar Mita di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (21/1/2019).

Panen padi itu, lanjut Mita, diperoleh dari 137,14 hetare lahan sawah yang tersisa di Kota Cimahi atau 3,43 persen dari total luas wilayah Cimahi. Lahan sawah itu tersebar di Kecamatan Cimahi Utara 85,42 hektare, di kecamatan Cimahi Selatan 46,3 hektare dan Kecamatan Tengah 4,42 hektare.

Mita mengatakan, panen padi di Kota Cimahi rata-rata dua kali dalam satu tahun, tetapi hasil panen padi itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan beras bagi 600 ribu jiwa warga Kota Cimahi.

"Mengingat Cimahi bukanlah daerah penghasil pangan. Kebutuhan pangan warga Cimahi dperkirakan 3.700 ton per bulan," katanya.

Atas hal tersebut, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Kota Cimahi, pihaknya mengandalkan ketersediaan beras yang ada di pasar yang dipasok dari luar Kota Cimahi.

"Biasanya beras yang masuk ke pasar tradisional Cimahi dipasok dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Banjar dan Tasikmalaya," ucapnya.

Namun, untuk kedepan, pihaknya akan meningkatkan produksi padi dengan cara terus menggalakan penerapan Varietas Unggul Baru (VUB), penerapan teknologi sistem budidaya padi jajar legowo, pemupukan yang berimbang dan penanggulangan hama atau penyakit tanaman.

Kerusakan Pasar Baru Capai 50 Miliar, PT APP yang Sudah Tak Lagi Mengelola Akan Bertanggung Jawab

Ditanya Boy William Jika Gibran, Kaesang, atau Kahiyang Berpolitik, Jokowi Beri Jawaban Tak Terduga

Pelatih Persib Miljan Radovic Dalam Waktu Dekat Tiba di Bandung, Yaya Sunarya Sebut 2 Tanggal Ini


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved