90 Persen Petani di Cimahi Hanya Petani Penggarap, Pemilik Sawah Sebagian Besar dari Luar Cimahi

"Jadi sawah di Kota Cimahi ini kebanyakan milik orang dari luar Kota Cimahi, tapi petani di Kota Cimahi kebanyakan hanya jadi penggarap saja," ujarnya

90 Persen Petani di Cimahi Hanya Petani Penggarap, Pemilik Sawah Sebagian Besar dari Luar Cimahi
Tribun Jabar/ Seli Andina Miranti
(ilustrasi) Akub baru saja mengairi sawahnya yang ada di Desa Panenjoan, Cicalengka, Kabupaten Bandung,Jumat (3/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Para petani di Kota Cimahi hingga saat ini kebanyakan hanya menjadi penggarap sawah milik orang lain, bahkan pemiliknya kebanyakan dari luar Kota Cimahi seperti dari Kota Bandung.

Berdasarkan data dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, lahan sawah di Kota Cimahi saat ini hanya ada 137,14 hektare. Rinciannya 85,42 hektare berada di wilayah Cimahi Utara, 46,3 hektare di wilayah Cimahi Selatan dan 4,42 hektare di wilayah Cimahi Tengah.

Kepala Bidang Pertanian, Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari, mengakui, dari jumlah petani sawah di Kota Cimahi yang jumlahnya mencapai 383 orang, didominasi oleh penggarap sawah milik orang lain.

"Betul dari jumlah itu kebanyakannya penggarap sawah milik orang lain dan pemilik sawahnya juga kebanyakan dari luar Kota Cimahi, bukan asli orang Cimahi," ujar Mita di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (21/1/2019).

Menurutnya, dari jumlah petani yang hingga saat ini mencapai 383 orang tersebut, sekitar 90 persen petani hanya sebagai penggarap saja atau bukan menggarap sawah milik sendiri.

"Jadi sawah di Kota Cimahi ini kebanyakan milik orang dari luar Kota Cimahi, tapi petani di Kota Cimahi kebanyakan hanya jadi penggarap saja," ujarnya.

Seorang petani Eman (65), warga Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, mengatakan, sejak tahun 1970-an ia sudah menjadi petani karena mengikuti jejak orang tua.

"Tapi sejak dulu termasuk orang tua saya menjadi petani hanya sebagai penggarap sawah milik orang lain. Majikan saya orang Bandung," ujar Eman yang saat itu tengah mencangkul sawah di Kampung Kampung Singur Mulya, Kelurahan Pasirkaliki, Jumat (18/1/2019).

Ia mengatakan, hasil dari menggarap sawah milik orang lain itu, dalam sekali panen hanya bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 700 ribu, itupun jika hasil panen padinya lagi bagus dan kalau lagi buruk paling hanya mendapat keuntungan Rp 500 ribu per sekali panen.

"Dalam setahun, biasanya panen padi itu hanya dua kali. Hasilnya sekali panen itu 3 hingga 4 ton kalau lagi bagus dan kalau lagi jelek, paling 2 ton. Saya kebagian menggarap dua petak sawah," katanya.

Ditempat yang sama, petani lainnya Durahman (50) mengaku, ia pun hanya sebagai penggarap sawah milik orang lain dari luar Kota Cimahi.

"Biasanya saya menggarap sawah di sekitar Jalan Aruman. Saya cuma menggarap saja, yang punyanya bukan orang sini," ujarnya.

Disinggung masalah penghasilan dari hasil menggarap sawah milik orang lain, Durahman pun mengaku hasilnya tak jauh berbeda dari penghasilan Eman.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved