Pengamat Sepakbola: Edy Rahmayadi Terkesan ‘Cuci Tangan’ dari Kasus Pengaturan Skor

Pengamat sepak bola asal Jawa Timur, Ferril Raymond Hattu turut menanggapi mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan ketua umum PSSI.

Pengamat Sepakbola: Edy Rahmayadi Terkesan ‘Cuci Tangan’ dari Kasus Pengaturan Skor
MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Pengamat sepak bola asal Jawa Timur, Ferril Raymond Hattu turut menanggapi mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan ketua umum PSSI.

Menurutnya, Edy Rahmayadi terkesan ‘cuci tangan’ dari kasus pengaturan skor.

Lebih lanjut Ferril menilai, Edy Rahmayadi tidak dapat lepas dari upaya pengusutan kasus pengaturan skor yang terjadi di era kepemimpinannya.

“Dia mengundurkan diri. Ini bisa dinilai mau 'cuci tangan', mau melepaskan justru di saat PSSI mendapatkan masalah begini dia malah mundur. Ini ada kesan malah tidak tanggungjawab,” kata Ferril saat dihubungi, Minggu (20/1/2019).

Seharusnya, di era terakhir kepemimpinan, kata dia, gubernur Sumatera Utara itu melakukan koordinasi dengan tim Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk instansi Polri.

Sehingga, dia menilai, upaya itu dapat mempermudah dan mempercepat pengusutan penyelesaian kasus.

Bobotoh Persib Ingin Tak Hanya Edy yang Mundur, Pengurus PSSI Pun Harus Mundur

“Ini tidak dilakukan, terus dia mengundurkan diri dengan alasan ada tugas penting yang tidak bisa ditinggalkan sebagai pejabat gubernur Sumatera Utara. Jadi orang sah saja menilai (Edy Rahmayadi,-red) melepas tanggungjawab dengan mundur,” ujarnya.

Dia menegaskan, mundurnya Edy Rahmayadi itu tidak menghapus tanggungjawab selama yang bersangkutan masih menjabat orang nomor 1 di organisasi sepak bola nasional. Sebab, kata dia, kasus dugaan pengaturan skor terjadi di era kepemimpinannya.

“Nanti ada pembagian-pembagian, tetapi tanggungjawab moral pasti juga. Sehingga, meskipun saat ini mundur, dia tidak bisa melepas tanggungjawab. Karena semua under control dia. Tanggungjawab itu pasti melekat kepada dia,” katanya.

Untuk pengganti ketua umum, dia menambahkan, majunya Joko Driyono, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua umum sudah tepat. Sebab, penggantian itu mengacu kepada anggaran dasar/anggaran rumah tangga dan statuta PSSI.

“Joko Driyono sekarang menjadi pengganti dia tidak masalah itu ad/art membenarkan statuta membenarkan. Cuma nanti pemunduran ketua umum secara resmi itu apa nanti dievaluasi. Apakah itu sudah masuk atau bisa diterima kongres sesuai statuta,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Mundur Dari Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi Terkesan ‘Cuci Tangan’ dari Kasus Pengaturan Skor".

Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved