Jokowi Berhentikan Anggota Dewan Pengawas BPJS yang Tersandung Kasus Asusila

Presiden menunjukkan selalu menempatkan hukum sebagai panglima dan menghormati proses hukum yang berjalan.

Jokowi Berhentikan Anggota Dewan Pengawas BPJS yang Tersandung Kasus Asusila
Tribunnews/Jeprima
Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono didampingi Poempida Hidayatulloh dan M Aditya Warman saat menggelar konferensi pers Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Kartika Candra, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019). Guntur Witjaksono memberikan klarifikasi bahwa tidak benar Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan melindungi saudara SAB atas tuduhan asusila yang dialamatkan kepadanya dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sesalkan terjadinya dugaan Asusila dan mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatulloh menjelaskan, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Keppres No 12 Tahun 2019 tentang pemberhentian dengan hormat anggota Dewan Pengawas BPJS, SAB.

"Dengan demikian Presiden telah menerima surat pengunduran diri SAB dengan baik," ungkap Poempida.

Ditegaskan, pemberhentian dengan hormat SAB menunjukkan bahwa Presiden mengapresiasi kontribusi seorang SAB kepada Negara Republik Indonesia yang sudah mengabdi puluhan tahun.

Presiden menunjukkan selalu menempatkan hukum sebagai panglima dan menghormati proses hukum yang berjalan.

"Dengan demikian saudara SAB dapat fokus untuk menyelesaikan proses hukum yang dengan dijalaninya. Apresiasi saya pribadi kepada Presiden Jokowi yang secara cepat menandatangani Keppres ini," ujarnya.

"Saya pribadi berharap semua pihak menghormati semua proses hukum yang sedang berjalan."

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono menilai mantan anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan SAB sebagai sosok yang temperamental.

Ia bahkan sempat terkejut ketika pertama berkeja dengan SAB di Dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan.

"Saya pertama memang kagetlah ketika pertama bekerja sama dia (SAB). Temperamennya memang tinggilah. Gebrak meja itu setiap hari mungkin ada," kata Guntur di Hotel yang berada di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019) lalu.

Ia bahkan mengatakan dirinya juga sempat dimarahi SAB.

"Saya saja pernah dimarahin," kata Guntur.

Guntur juga mengatakan kalau RA sebagai terduga korban pelecehan SAB juga sempat mendatanginya sambil menangis. RA mengatakan kepadanya kalau ia baru saja dimarahi SAB karena persoalan pekerjaan.

Bahkan RA mengatakan kepadanya kalau SAB sempat mau melemparnya dengan gelas ketika itu.

"Pada saat kejadian tanggal 28 November 2018, dia menghadap ke saya ketika saya akan rapat, dalam waktu yang sangat singkat, dengan menangis menyatakan beliau dimarahi dengan keras oleh SAB. Sampai mau dilempar gelas," kata Guntur.

Saat itu Guntur menjelaskan, SAB telah resmi mengundurkan diri dalam jabatannya karena ingin fokus pada masalah dugaan asusila yang dituduhkan kepadanya.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved