Sempat Mati Suri 30 Tahun, Batik Tulis Alami di Cirebon Kian Diminati Pembeli dari Luar Negeri

Sejak 2019, para perajin konsisten membuat batik tulis dari pewarna alami, batik ini kian laris di pasaran.

Tribun Jabar/Siti Masithoh
Seorang perajin sedang menyelesaikan pembuatan motif Batik Tulis Ciwaringin di Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Berbeda dengan batik pada umumnya di Cirebon, Batik Tulis Ciwaringin dibuat dari berbagai pewarna alami mulai dari kulit pohon mangga, kulit pohon mahoni, kulit buah rambutan, dan kulit buah jengkol.

Proses pembuatannya yang khas memiliki daya tarik sendiri di hati para pembelinya. Sejak 2019, para perajin konsisten membuat batik tulis dari pewarna alami, batik ini kian laris di pasaran.

Batik tulis diminati pembeli lokal hingga mancanegara kian berburu batik ini semisal dari Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Batik ini juga diminati wisatawan mancanegara yang langsung berkunjung untuk melihat proses pembuatan hingga tertarik memesannya, semisal negara Jepang, dan Cina.

"Batik ini turun-temurun dari nenek moyang kami sejak zaman penjajahan Belanda. Sejak 1970 hingga 2000, batik di sini sempat mati suri, hanya ada beberapa perajin. Kami kalah saing oleh batik printing yang dijual murah," kata perajin batik, Hasan (47), saat ditemui sedang melakukan penguncian warna batik di rumahnya, Blok Kebon Gedang, RT 07/05, Desa Ciwaringin, Jumat (18/1/2019) siang.

Batik printing yang dijual kisaran puluhan ribu, harganya jauh lebih murah dibandingkan harga batik pewarna alami yang dibanderol Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Sejak diakui oleh Unesco tahun 2009, kini perajin mulai bertambah mencapai 100 perajin batik tulis.

Berkunjung ke Sentra Perajin Batik Alami, Pewarna Batiknya Dibuat dari Kulit Pohon dan Buah

Tahun 1990-an, Mainan Tradisional Perahu Otok-otok di Cirebon Sempat Ekspor ke Beberapa Negara

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved