Puluhan Santri di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Indramayu Ikuti Deklarasi Antihoaks

Puluhan santri mengikuti Deklarasi Antihoaks di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jumat (18/1/2019).

Puluhan Santri di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Indramayu Ikuti Deklarasi Antihoaks
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Puluhan santri saat mengikuti Deklarasi Antihoaks di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Puluhan santri mengikuti Deklarasi Antihoaks di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jumat (18/1/2019).

Kegiatan yang diprakarsai Mabes Polri dan Polres Indramayu itu dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 damai.

Dalam kesempatan itu, para santri Kota Mangga diajak untuk menangkal berita hoaks atau bohong.

KBO Satuan Binmas Polres Indramayu, IPDA Ujang, meminta para santri tidak langsung membagikan suatu berita yang didapatnya.

"Kami dan Tim Mabes Polri mengajak agar para santri bukan cuma menolak tapi tidak menyebar berita hoaks juga," ujar Ujang saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengingatkan pentingnya saring sebelum sharing.

DSH Curi Dana Desa Cikedung Indramayu Rp 409 juta, Uangnya Dipakai Beli Sabu-sabu, Tanah, Motor

Artinya, ketika mendapatkan sebuah berita harus dikroscek dulu sebelum membagikannya.

Pihaknya juga mengajak para santri menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pemilu 2019.

Menurut dia, di masa kemerdekaan para santri berjuang mengorbankan nyawa melawan penjajah.

"Makanya santri sekarang harus melanjutkan perjuangan itu, caranya mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa," kata Ujang.

Sementara pengurus Yayasan Darul Ma'arif, Tobroni, mengatakan, melalui kegiatan semacam ini dapat membantu para santri lebih memahami bahaya berita bohong.

Ia berharap, para santri lebih bisa memilah dan memilih mana berita yang benar serta mana berita bohong.

"Pokoknya santri Darul Ma'arif jangan sampai terprovokasi berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Tobroni.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved