Pilpres 2019

Marzuki Mohamad Beberkan Alasan Lagu Jogja Istimewa Karyanya Tidak untuk Kampanye dan Iklan

Moh Marjuki atau Marzuki Mohamad membeberkan alasan Lagu Jogja Istimewa karyanya tidak untuk komersial dan kampanye.

Marzuki Mohamad Beberkan Alasan Lagu Jogja Istimewa Karyanya Tidak untuk Kampanye dan Iklan
Doc. Instagram/@killthedj
Marzuki Mohammad alias Kill the DJ 

TRIBUNJABAR.ID, YOGYAKARTA - Moh Marjuki atau Marzuki Mohamad atau yang kerap dikenal dengan nama panggung Kill The DJ membeberkan alasan Lagu Jogja Istimewa karyanya tidak untuk kampanye dan iklan atau komersial.

Dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, personel Jogja Hip Hop Foundation ini menyampaikan bahwa lagu karyanya tersebut memiliki nilai-nilai historis yang luar biasa baginya.

"Lagu itu ( lagu Jogja Istimewa) bagi saya sendiri mempunyai nilai historis yang luar biasa, seperti membayar utang rasa saya terhadap Yogyakarta yang saya cintai," ujar Marzuki Mohamad saat di Mapolda DIY, Selasa (15/1/2019).

Marzuki menyampaikan, dari awal ia memang sudah memiliki prinsip untuk tidak mengomersialkan lagu Jogja Istimewa.

Termasuk tidak akan mengizinkan jika digunakan untuk kepentingan kampanye.

"Saya tidak akan mengingkari nilai-nilai dan spirit lagu itu hanya untuk kampanye pilpres. Pun di 2014, saya mendukung Jokowi tetapi saya tidak menggunakan lagu itu, mengutak-atik lagu itu," ungkapnya.

"Beberapa kali mungkin lebih dari 10 kali banyak iklan atau kepentingan-kepentingan komersial yang akan menyewa menggunakan lagu itu, saya sama sekali tidak akan mengizinkan," imbuhnya.

Dikisahkannya, lagu Jogja Istimewa tercipta setelah dirinya membaca buku tentang sejarah Yogyakarta.

"Saya membaca buku tentang sejarah Yogyakarta dan nilai-nilai tentang semangat Yogyakarta, membaca takhta untuk rakyat, saya kagum sekali dengan Sultan HB IX," tuturnya.

Selain itu, menurut Marzuki, ada banyak kalimat yang dilontarkan oleh Presiden Soekarno yang menginspirasi terciptanya lagu Jogja Istimewa.

"Banyak kalimat Soekarno yang menginspirasi lagu itu, ketika ibu kota Indonesia dipindah ke Yogyakarta. Banyak budi pekerti lainnya yang hidup dan tumbuh di Yogyakarta," katanya.

Menurutnya, lagu Jogja Istimewa populer saat peristiwa Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Lagu yang diciptakannya ini dinyanyikan oleh Jogja Hip Hop Foundation.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Kill The DJ Tak Izinkan Lagu "Jogja Istimewa" untuk Komersial dan Kampanye Capres"

Ketua BPN Prabowo-Sandi Tanggapi Soal Lagu Jogja Istimewa Diubah untuk Capres Dinyanyikan Emak-emak

Tak Ada Permintaan Maaf, Pencipta Lagu Jogja Istimewa Lapor Polisi, Selidiki Pihak yang Ganti Lirik

Prabowo Ancam Mundur dari Pilpres, Timses Jokowi : Itu Hanya Permainan

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved