Pengungsi Akibat Bencana Angin Puting Beliung Sudah Meninggalkan Posko Pengungsian

Terlihat sejumlah relawan tengah memasak untuk para warga terdampak, yang saat ini sudah mulai menempati masing-masing

Pengungsi Akibat Bencana Angin Puting Beliung Sudah Meninggalkan Posko Pengungsian
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Posko pengungsian bencana angin puting beliung Masjid Al Ikhlas di Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditinggalkan oleh para pengungsi. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Posko pengungsian bencana angin puting beliung Masjid Al Ikhlas di Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditinggalkan oleh para pengungsi.

Dari pantauan Tribun Jabar, Selasa (15/1/2019), sama sekali tidak dijumpai adanya warga yang mengungsi, terlihat hanya ada sejumlah relawan dari tagana, BPBD, dinas sosial, dinas kesehatan, PMI, TNI, dan Polri.

Di bagian barat lokasi pengungsian, terlihat sejumlah relawan tengah memasak untuk para warga terdampak, yang saat ini sudah mulai menempati masing-masing rumah.


Petugas Posko Pengungsian Masjid Al Ikhlas, Deni Suryaman, mengatakan, pengungsi meninggalkan posko pada Senin malam (14/1/2019).

"Waktu kemarin 5 kepala keluarga atau 23 jiwa sudah kembali rumah masing-masing, sekarang menjadi posko bantuan saja," kata Deni di Masjid Al Ikhlas, Selasa (15/1/2019).

Ia menambahkan, alasan warga meninggalkan lokasi pengungsian, dikarenakan, rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan, kini sudah selesai diperbaiki dan siap untuk kembali ditempati.

"Disini jadi fokus juga sebagai dapur umum, kemudian makanan dibagi langsung ke warga," katanya.

Dari data BPBD Kabupaten Bandung, jumlah rumah mencapai 738 rumah.

Tiga titik yang menjadi di Kecamatan Rancaekek yang terdampak amukan angin puting beliung, yakni Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, dan Kelurahan Rancaekek Kencana.

Jalur Lingkar Barat Purwakarta Belum Akan Rampung Tahun 2019, Ini Alasannya

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Johara, mengatakan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat angin puting beliung sebanyak 753 atau berjumlah 2.567 orang.

Ia menambahkan, kejadian angin puting beliung adalah fenomena alam yang biasa terjadi saat cuaca ekstrem, ditandai oleh angin kencang serta hujan intensitas tinggi, dan terjadi setiap tahun.

"Sekarang sedang cuaca ekstrem, diminta untuk terus waspada dan masyarakayat harus cerdas menyikapi fenomena tersebut," katanya.

Berkat Begadang Nonton Netflix, Remaja Ini Lolos dari Kebakaran dan Sukses Selamatkan Keluarganya

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved