Breaking News:

Ditpolairud Polda Jabar Langsung Serahkan Ribuan Baby Lobster Hasil Sitaan ke SKIPM Cirebon

Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widi Handoko, ke Kepala SKIPM Cirebon, Obing Hobir A.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ahmad Imam Baehaqi
Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widi Handoko (kanan), secara simbolis menyerahkan ribuan ekor baby lobster hasil sitaan kepada Kepala SKIPM Cirebon, Obing Hobir A (kiri), saat konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Mako Polairud Polda Jabar, Jl Diponegoro, Kota Cirebon, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Ditpolairud Polda Jabar menyerahkan ribuan baby lobster hasil sitaan ke Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Cirebon.

Benur tersebut diamankan dari dua tersangka berinisial R (32) dan AS (22) di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (14/1/2019) kira-kira pukul 23.15 WIB.

Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widi Handoko, ke Kepala SKIPM Cirebon, Obing Hobir A.


Ribuan baby lobster itupun langsung dibawa petugas SKIPM usai konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Mako Polairud Polda Jabar, Jl Diponegoro, Kota Cirebon, Selasa (15/1/2019).

"Langsung diserahkan ke SKIPM untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya," ujar Widi Handoko.

Ia mengatakan, baby lobster itu dikhawatirkan stres jika tidak segera ditangani oleh ahlinya, dalam hal ini jajaran SKIPM Cirebon.

Terlebih 9575 ekor benur yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 2.399.600.000 itu berumur kurang dari satu bulan sehingga masih lemah.

Bawaslu Kota Tasikmalaya Tertibkan Sejumlah APK yang Ditempel di Billboard Berbayar

Pihaknya memastikan kedua tersangka akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Tindakan mereka jelas melanggar hukum karena mengancam kelestarian ekosistem laut," kata Widi Handoko.

Kedua tersangka dijerat Pasal 88 UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 55 KUHP dan diancam hukuman maksimalnya mencapai 6 tahun penjara.

13 Kasus Pencemaran Sungai Citarum Ditangani Polda Jabar dan Sudah P21

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved