Angin Puting Beliung Hilangkan Atap Rumah Keluarga Ini, Sampai Saat Ini Belum Bisa Diperbaiki

Selama empat hari terakhir ini, Ahmad bersama istri hanya bisa berupaya membersihkan puing-puing yang berserakan di halaman hingga bagian dalam rumah.

Angin Puting Beliung Hilangkan Atap Rumah Keluarga Ini, Sampai Saat Ini Belum Bisa Diperbaiki
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Rumah Ahmad, warga Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, di blok C. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Empat hari pascakejadian bencana angin puting beliung, warga Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, terlihat masih berupaya memperbaiki kerusakan rumah, terkecuali keluarga Ahmad Hidayat (53) di blok C.

Ahmad yang memiliki satu istri dan tiga orang anak ini, memilih duduk di samping istri yakni, Suhemi (47) di depan rumah sambil menatap kerusakan dan mencoba bertegur sapa kepada dengan warga lainnya, meskipun masih merasakan nasib malang.


Pada Jumat (11/1/2019), sebelum pukul 15.00, Ahmad yang pada saat itu tengah berada di rumah, hanya menyangka akan turun hujan lebat seperti biasanya, karena pada saat itu awan hitam terlihat jelas menggelayut di langit Rancaekek.

Meleset, pada pukul 15.15 WIB angin kencang mulai terasa bahkan tidak seperti angin biasanya, sebagai seorang kepala keluarga, kepada anak serta istrinya, ia menyampaikan "Tenang, tenang, di sini ada bapak."

Dari balik jendela, Ahmad melihat banyak sekali genting, lembaran seng, kayu, baja ringan, pecahan tembok, dan benda lainnya, berterbangan di langit Rancaekek, hingga beberapa saat kemudian, seluruh atap rumahnya pun ikut terbawa angin.

Selama 15 menit angin mengamuk di Perumahan Rancaekek Permai, Ahmad bersama anggota keluarga lainnya terus saja mengumandangkan kalimat takbir, bertujuan memohon kepada tuhan agar angin puting beliung segera berlalu.

Tak Juga Diberangkatkan, Belasan Calon Jemaah Laporkan Pemilik Travel Umrah terkait Dugaan Penipuan

"15 menit paling menyeramkan dalam hidup, angin merusak seluruh bagian atap dan merusak juga harta benda di dalam rumah, habis," ujar Ahmad kepada Tribun Jabar di Perumahan Rancaekek Permai 2, Selasa (15/1/2019).

Ahmad menyebutkan, ratusan genting yang menjadi atap rumahnya tersebut diketahui keberadaannya hingga tidak pernah ditemukan, sehingga, meskipun beralaskan keramik, empat hari ini terakhir langit masih menjadi atap.

Akibat kerusakan tersebut, selama empat hari terakhir ini, ia bersama istri hanya bisa berupaya membersihkan puing-puing yang berserakan di halaman hingga bagian dalam rumah.

Waspada, Bencana di Kabupaten Cirebon Tahun Ini Diprediksi Akan Didominasi Angin Puting Beliung

"Ingin sekali memperbaiki, cuma kondisinya belum mampu. Mungkin yang lain hanya sedikit saja, atap saya kan hampir semua habis, kalau perbaiki bisa 20 juta," katanya.

Saat hujan mengguyur atau pada waktu malam hari, Ahmad bersama keluarga terpaksa berhimpitan di bagian belakang rumah berukuran 3x2 meter yang selamat dari amukan angin puting beliung atau berlindung ke rumah tetangga.

Ia menambahkan, selama ini, ia bersama keluarga hanya mendapatkan bantuan makanan berupa nasi bungkus dan mie instan dari posko bantuan dan mengaku tidak mendapat bantuan non makanan.

"Padahal butuh terpal, makanan sih kemaren di kasih juga masih ada," katanya.

Ridwan Kamil: Masalah Citarum Merupakan Masalah Nasional

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved