Bencana Angin Puting Beliung

Beberapa Daerah di Jawa Barat Diterjang Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG

Setelah Bogor dan Cirebon, angin puting beliung terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Ciamis, hingga Karawang Jumat (11/1/2019).

Beberapa Daerah di Jawa Barat Diterjang Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG
Facebook
Angin puting beling melanda kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa daerah Jawa Barat diterpa angin puting beliung dalam satu bulan terakhir.

Setelah Bogor dan Cirebon, angin puting beliung terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Ciamis, hingga Karawang Jumat (11/1/2019).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan bahwa angin puting beliung disebabkan oleh awan cumulonimbus.

"Angin puting beliung adalah angin kencang yang berputar, yang keluar dari awan cumulonimbus, dengan kecepatan angin, lebih dari 63 kilometer per jam. Terjadi dalam waktu singkat, terjadi di wilayah yang lokal," ujarnya, Senin (14/1/2019).

Ia juga mengatakan bahwa angin puting beliung terjadi secara lokal sehingga belum bisa diprediksi secara detil kemunculannya.

Cuaca ekstrem yang menerpa Bandung beberapa hari terakhir, tidak lepas dari pengaruh Badai Pabuk di Thailand.

Tak Memiliki Sistem Peringatan Dini, Gubernur Jabar Minta Warga Waspada Gejala Angin Puting Beliung

Ketika badai tersebut berhenti, Jawa Barat kembali diguyur hujan deras disertai angin.

"Hujan yang terjadi setelah jeda hujan. Umumnya disebabkan oleh awan cumulonimbus (Awan CB) yang menyebabkan angin kencang,"ujarnya.

Tetapi tidak semua awan cumulonimbus menimbulkan cuaca ekstrem, karena dipengaruhi suhu suatu wilayah.

Toni menambahkan bahwa angin puting beliung berbeda badai.

Badai biasanya terjadi lebih dari satu hari, sekitat dua sampai tujuh hari.

"Wilayah yang terkena badai/siklon lebih luas (bisa ribuan kilometer persegi melanda beberapa kabupaten hingga provinsi, bahkan lintas negara)," ujarnya.

Indonesia tidak terlewati lintasan badai karena gerakan badai menjauh dari khatulistiwa.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved