Sosok Krisjiana Baharudin yang Lamar Siti Badriah Pakai Cincin Almarhumah Mama, Ternyata Brondong

Melalui Instagram, Siti Badirah mengabarkan telah dilamar Krisjiana Baharudin saat berlibur di Korea Selatan.

Kolase Tribun Jabar (Instagram/@sitibadriahh/@krisjianabah)
Sosok Krisjiana Baharudin yang Lamar Siti Badirah Pakai Cincin Almarhumah Mama, Ternyata Brondong 

"Kalau Sibad (panggilan Siti Badriah) ada salah perkataan atau perbuatan atau mungkin menyakiti hati Teteh Syahrini, Sibad minta maaf. Sibad enggak ada niat gimana-gimana, di sini Sibad hanya menyanyikan."

Siti Badriah juga menegaskan masalah jargon syantik itu bukanlah urusannya.

Ia hanya menyanyikan sementara urusan terciptanya lagu 'Lagi Syantik' ia tidak tahu.

Wanita berambut gelap itu mengatakan masalah sindiran yang dilayangkan kepadanya akan ia tanggapi santai.

"Kalau aku sih kan cuma penyanyi saja dan kalau disindir-sindir aku nanggepinnya santai saja karena bukan masalah aku gitu," katanya.

Siti Badriah juga menjelaskan pihaknya dan Syahrini belum berkomunikasi terkait masalah tersebut.

Nikita Mirzani yang menjadi pembawa acara tersebut menanyakan perasaan Siti Badriah, apakah ia kesal dengan sindiran Syahrini.

Uya Kuya yang juga hadir di acara tersebut langsung menambahkan bila Siti Badriah tidak jujur maka akan dihipnotis.

"Jujur kalau kesal atau enggak Sibad enggak kesal sama sekali. Bahkan Sibad santai saja, di hati enggak mikirin apa-apa. Jadi semuanya santai," ucapnya.

Siti Badriah juga mengaku aktifitasnya tidak terganggu dengan munculnya masalah tersebut.

Justru ia menyadari banyak orang yang menyayanginya karena ia dibela dan mendapat dukungan.

"Sama sekali enggak terganggu malah senang saja karena ternyata banyak orang yang sayang sama Sibad, karena masalah ini mereka dukung Sibad gitu karena di sini Sibadnya juga cuma penyanyi aja dan tidak tahu menahu masalah lagu."

Soal Jargon Syantik

Syahrini menyayangkan seniman yang tidak mengakui ia sebagai sumber inspirasi.

Ia mengatakan banyak seniman yang tidak mengakui bahwa mereka mendapat inspirasi dari jargon yang dipopulerkannya.

"Aku suka miris dan menyayangkan sekali, kadang-kadang sesama para seniman, artis juga sering mengikuti bibir lincah ini," ucap Syahrini yang dikutip dari Kompas.com.

Syahrini mengatakan para seniman tersebut terkadang munafik.

"Anda jangan julid, manjah, syantik, tapi kadang mereka suka tidak mengakui itu dari Syahrini, apasih susahnya kita kan berteman. Tapi kadang-kadang suka pada munafik kan, dipake juga mereka mendapatkan uang juga dari aku, mendapatkan keberkahan," ucapnya.

Tanggapan Siti Badriah

Melansir dari Bangka Pos yang mengutip dari tayangan Hotshot, Sabtu (7/7/2018), Siti Badriah memberikan penjelasan terkait lagu Lagi Syantik.

Ia mengatakan bukan Syahrini yang menjadi inspirasi si pencipta lagu, Yogi RPH.

Menurutnya, Yogi RPH mendapat inspirasi dari selebgram Mimi Peri yang memiliki satu juta pengikut di Instagram.

Siti Badriah mengatakan pengakuan yang diinginkan Syahrini tak bisa dipaksakan.

Sebab, memang sumber inspirasi bukan dari Syahrini.

"Syantik itu dari Inces, tapi kalau pencipta lagu tahunya dari Mimi Peri mau gimana?," ujarnya.

"Walaupun itu memang sudah jargonnya Inces, tapi ya memang kita sering lihatnya Mimi Peri, ya mau gimana lagi," lanjutnya.

Kendati demikian, Siti Badriah tak ingin hubungannya dengan pelantun lagu "Jangan Memilih Aku" itu jadi renggang.

"Semoga hubungan aku dengan teteh Syahrini baik-baik saja, hilangkan pikiran-pikiran negatif," katanya.

Hak Paten Jargon

Sementara itu artis kontroversial Nikita Mirzani menyarankan kepada pihak yang keberatan agar mematenkan jargonnya.

Ia mengatakan hal tersebut agar tidak ada masalah saling klaim.

"Intinya kita tuh enggak boleh mengklaim, kecuali sudah dipatenkan," saran Nikita yang dikutip dari tayangan Pagi Pagi Happy, Kamis (5/7/2018).

"Nah makanya lain kali kalau mau mengeluarkan apapun mendingan dihak-in, jadi kalau ada orang yang mau pakai seorang itu harus izin dulu ke pemiliknya," sambungnya.

Melansir dari Kompas.com, Aisyahrani mengatakan pihaknya tak bisa mematenkan jargon-jargon yang dipopulerkan Syahrini.

Hal tersebut yang menjadi masalah.

Ia mengatakan jargon yang dipakai Syahrini adalah kata-kata yang dipakai sehari-hari.

"Banyak yang DM (direct message) ke manajemen, ke email, kenapa jargonnya enggak dipatenkan? Enggak bisa, itu kan kata-kata sehari-hari. Tapi kan gayanya yang dipakai, itu maksudnya," kata Aisyahrani saat ditemui bersama Syahrini di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved