Puluhan Siswa SMP di Tasikmalaya Berlarian Selamatkan Diri dari Goncangan Gempa
Digoyang gempa, puluhan siswa SMP berlarian menyelamatkan diri dari bangunan sekolah.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Puluhan siswa SMP berlarian ketika gempa mengguncang sekolah mereka. Mereka secara tertib keluar ruangan kelas tempat mereka belajar.
Tak hanya gempa, sekolah mereka juga dilanda kebakaran. Namun, tak ada ketegangan di wajah mereka. Mereka terlihat ceria saat mengikuti simulasi tentang bencana.
Puluhan siswa SMP yayasan Alhidayah Kohkol di Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya mengikuti kegiatan tanggap darurat kebencanaan selama dua hari.
Dalam kegiatan yang dilakukan pihak yayasan bekerja sama dengan tim Tagana (tanggap bencana) dan tim pemadam kebakaran Kabupaten Tasikmalaya tersebut para siswa diberikan pemahaman dasar kebencanaan dan menggelar sejumlah simulasi.
Sejumlah simulasi yang dilakukan di antaranya bagaimana tindakan saat kejadian gempa maupun kebakaran.
Simulasi pertolongan pada saat terjadi bencana juga dijalani para siswa.
Ketua Tagana Kecamatan Singaparna, Jembar Adisetya, mengatakan, materi yang diberikan kepada siswa selain materi dasar dalam tindakan kebencanaan adalah membangun rasa kepedulian terhadap sesama.
"Kami sampaikan materi dasar saat menghadapi bencana, minimal mereka tahu bagaimana tindakan tepat saat terjadi bencana, melalui sejumlah simulasi kami juga bangun kebersamaan antar individu siswa," kata Jembar Adisetya, Sabtu (12/1/2019).
Ketua Yayayasan Alhidayah Kohkol, Asep Hernandi mengatakan kegiatan tanggap kebencanaan yang diberikan kepada siswa SMP tersebut digelar semenjak Jumat (11/1/2019) dan berakhir hari ini.
Dia berharap dengan adanya pelatihan ini siswa-siswanya akan lebih peka terhadap alam serta sesama.
"Tujuannya terbangun dan tercipta kepekaan terhadap sesama, yang nantinya mereka-mereka ini mampu memberikan solusi jika terjadi bencana," ucap Asep Hernandi.
Menurut Asep Hernandi, pelatihan kebencanaan perlu dilakukan lebih dari sekali, mengingat Tasikmalaya merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana.
"Mudah-mudahan bukan hanya kali ini saja, ini harus berkesinambungan karena ini penting sekali," ujar Asep Hernandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/simulasi-gempa-tasikmalaya.jpg)