Bangunan Lain Sudah Rata dengan Tanah, Musala dan Madrasah Quba Masih Berdiri Kokoh

Musala dan madrasah Quba masih berdiri meski bangunan di sekitarnya sudah rata dengan tanah karena terdampak proyek kereta cepat.

Bangunan Lain Sudah Rata dengan Tanah, Musala dan Madrasah Quba Masih Berdiri Kokoh
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Madrasah Quba yang masih berdiri di daerah terdampak proyek kereta cepat padahal bangunan di sekitarnya sudah rata dengan tanah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Musala dan madrasah Quba yang berlokasi di RT 6/6, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung masih berdiri kokoh.

Musala dan madrasah Quba tersebut terdampak proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Menurut pantauan Tribun Jabar, beberapa bangunan rumah di sekitar musala dan madrasah tersebut sudah rata dengan tanah.

Ketua RW 6, Keluruhan Cibaduyut Kidul, sekaligus ketua nadir (penanggungjawab musala dan madrasah), Wawan, mengatakan, alasan masih berdirinya kedua bangunan tersebut lantaran belum adanya kejelasan lahan pengganti. Pihaknya sebenarnya sudah mengajukan lahan pengganti.

"Belum ada kepastian, tapi sudah ada komunikasi sama pihak PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia untuk lahan pengganti, sudah ada lahan kosong berada di RT 5, soalnya PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, yang menangani masalah tanah-tanah wakaf ini," ujar Wawan saat ditemui Tribun Jabar di rumahnya yang tak jauh dari kedua bangunan tersebut, Rabu (9/1/2019).

Wawan mengatakan musala Quba yang berdiri pada tahun 1993 ini, sesuai pengajuan harus ada pengganti sebelum dirobohkan.

"Jadi gini, harus bangun masjid dulu baru dirobohkan," ujarnya

Madrasah Quba di Cibaduyut Kidul yang masih berdiri meski terdampak proyek kereta cepat Bandung-Jakarta.
Madrasah Quba di Cibaduyut Kidul yang masih berdiri meski terdampak proyek kereta cepat Bandung-Jakarta. (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Meskipun pihaknya sudah mengajukan persyaratan dari bulan Juli tahun lalu, kapan proses penggantian kedua bangunan tersebut belum ada kejelasan.

"Masih komunikasi sama pihak sana, terakhir menawarkan tanah yang akan dibangunan gantiin masjid itu, terus yang punya tanah kosong itu pengennya mau dihargai seperti tanah yang direlokasi. Itu, kan, nanti urusan yang punya tanah sama pihak sana," ujarnya

Menurut seorang warga Toha (60) kedua bangunan tersebut sering dipakai warga dan anak-anak untuk beribadah dan mengaji.

"Musala Quba mempunyai luas tanah 31 meter persegi dan luas tanah madrasah Quba 47 meter persegi. Ini suka dipakai warga untuk beribadah dan madarasah suka dipakai ngaji anak-anak kalau sore," ujarnya.

Toha menambahkan terkait pengajian anak anak di madrasah Quba, untuk sementara waktu diberhentikan.

"Diberhentikan dulu pengajian anak-anak, tapi rumah bapak suka diminta jadi tempat pengganti," ujarnya.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved