Pengakuan Pelaku Pembunuh Kakak Kandung di Purwakarta: Enggak Tahu Kenapa Saya Tusuk Dia

Sebelum tewas, Rahmat sempat adu pukul dengan adik dan kakaknya Dona (28). Peristiwa baku hantam terjadi di Desa Cipinang, Cibatu, Purwakarta

Saling pukul pun tidak terelakkan antara tiga orang bersaudara itu.

"Kakak (Dona) pergi ke belakang dapur dan saya ke depan. Rahmat mengejar saya ke arah depan sambil bawa pisau," ujarnya.


Pisau yang dibawa, menurut Angga adalah pisau dapur yang terletak di atas meja sehabis digunakan mengupas buah-buahan.

Kata pelaku, korban sempat akan menikamnya saat berlari kearah yang sama.

Angga berhasil menepis pisau yang diarahkan ke tubuhnya hingga pisau jatuh dan badan korban tersungkur.

"Sempat baku hantam lagi beberapa saat, lalu dia terjatuh tengkurap, saat itu saya lihat pisau tersebut, lalu enggak tahu kenapa (kalap) saya tusuk dia (korban)," ucap dia.

Kabar Gembira Buat Bobotoh! Persib Dinobatkan Jadi Klub Paling Populer Se-Asia & Nomor 23 di Dunia

Akibat Masalah Keluarga, 3 Orang Adik Kakak di Purwakarta Berkelahi, 1 Orang Tewas Tertebas Pisau

Karena perbuatannya menghilangkan nyawa Rahmat, Angga dan Dona kini terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi.

Keduanya diancam pasal 170 dan 351 ayat 3 KUHP tentang kekerasan dan penganiayaan hingga hilangnya nyawa seseorang.

Kedua pasal itu memiliki ancaman hukuman kurungan penjara dengan maksimal tujuh tahun dan 12 tahun.

"Sementara ini ada dua tersangka dan dua saksi. Kedua tersangka diamankan tanpa perlawanan sesaat setelah kejadian di rumahnya, yang merupakan lokasi kejadian," kata Kanit Jatanras Polres Purwakarta, Ipda  Putra Adi Winarta.

Penulis: Haryanto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved