Selasa, 14 April 2026

Cuaca di Bandung Berpotensi Ekstrem, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) peningkatan curah hujan ini masih akan berlangsung selama bulan Januari dan Februari.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Kisdiantoro
tribunjabar/syarif pulloh anwari
ILUSTRASI --Pengendara roda dua maupun roda empat memaksa menerobos genangan air di Jalan Stasiun Timur, Kereta Api Bandung, Kota Bandung, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak memasuki musim penghujan, curah hujan di wilayah Bandung Raya sempat mengalami peningkatan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) peningkatan curah hujan ini masih akan berlangsung selama bulan Januari dan Februari.

Peningkatan curah hujan tersebut menimbulkan perubahan cuaca di mana hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di Bandung.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan potensi bencana bisa terjadi dipicu oleh cuaca. Semisal, banjir, longsor, dan angin kencang.

"Tiga jenis tadi memang berpotensi terjadi dimusim puncak hujan seperti ini. Januari dan februari tertinggi. Sehingga volume yang tinggi perlu diantisipasi,"ujar Tony, kepada Tribun Jabar, di Kantor BMKG, Jalan Cemara Nomor 66, Kota Bandung, Selasa (8/1/2019).

Tony mengatakan, dalam dua bulan itu curah intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan lereng bukit, rawan longsor perlu meningkatkan kewaspadaannya.

5 Fakta Tewasnya Pasangan Kekasih di Kamar Hotel, Bunuh Diri Berencana hingga Pesan WA Terakhir

Wapres Menilai, Tak Perlu Mata Pelajaran Khusus untuk Bentuk Budaya Tanggap Bencana di Sekolah

Terlebih jika angin kencang biasanya terjadi karena adanya awan kumulonimbus.

"Secara visual bisa dikenali awannya warna gelap atau hitam berlapis-lapis. Masih berpotensi apabila cuacanya cerah tapi musim hujan. Umumnya hujan berikutnya terjadi selanjutnya dengan angin kencang," kata Tony.

Tony menuturkan persiapan untuk menghadapi cuaca yang sering berubah dan anomali cuaca. Perlu melakukan mitigasi dilingkungan terdekat.

"Akhir-akhir ini hujan cenderung terkumpul. Kadang cerah, kemudian hujan. Dua bulan ini perlu diwaspadai. Musim hujan secara umum sampai mei," ujar Tony.

Menurutnya, BMKG kini lebih meningkatkan kesiapan dan secara intens berkordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi hal-hal munculnya bencana dari cuaca.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved