Reaktivasi Jalur Kereta ke Pangandaran

Stasiun Beralih Fungsi, Komitmen Pemerintah Daerah Bisa Percepat Reaktivasi Jalur ke Pangandaran

Komitmen pemerintah daerah bisa mempercepat reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran. Stasiun sudah beralih fungsi.

Stasiun Beralih Fungsi, Komitmen Pemerintah Daerah Bisa Percepat Reaktivasi Jalur ke Pangandaran
Tribun Jabar/Andri M Dani
Jembatan KA Cikacepit (Jembatan Cipamotan) sepanjang 290 meter ini kini tinggal kerangka sementara relnya sudah raib. Jembatan ini ada di jalur menuju Pangandaran. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komitmen serius dari Pemkot Banjar, Pemkab Pangandaran, dan Pemkab Ciamis untuk membantu proses reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang akan sangat membantu PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam mempercepat reaktivasi jalur yang mati suri sejak 1982.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan sesuai dengan pernyataan Dirut PT KAI Edi Sukmoro beberapa hari lalu, proses reaktivasi tersebut dimulai tahun ini. Proses penelitian dan perencanaan reaktivasi tersebut sudah rampung.

"Tinggal sekarang jalur yang ke Pangandaran akan ada penertiban. Kalau PT KAI minta tahun sekarang dilaksanakan. Ini untuk men-trigger pertumbuhan ekonomi kawasan Jabar selatan dan timur, dengan Pangandaran yang menjadi ikon pariwisata" kata Dedi Taufik di Gedung Sate, Senin (7/1/2019).

Menurut Dedi Taufik, dukungan dari para bupati dan wali kota yang kawasannya terlewati jalur tersebut sangat penting untuk kelancaran reaktivasi ini.

PT KAI, kata Dedi Taufik, tinggal melakukan penertiban terhadap bangunan yang didirikan di atas jalur tersebut dan memperbaiki jalurnya.

Sisa bangunan Stasiun Kalipucang ini berubah fungsi jadi rumah. Sepanjang jalur rel sekitar Stasiun Kalipucang sudah berdiri banyak bangunan termasuk rumah kontrakan.
Sisa bangunan Stasiun Kalipucang ini berubah fungsi jadi rumah. Sepanjang jalur rel sekitar Stasiun Kalipucang sudah berdiri banyak bangunan termasuk rumah kontrakan. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

"Kami sudah dapat dukungan Bupati Pangandaran, Wali Kota Banjar, dan Bupati Camis, mereka siap. Kalau mereka komitmen, ini akan membantu penertiban. Mudah-mudahan semua siap dan diusahakan akhir tahun selesai," kata Dedi Taufik.

Dedi mengatakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota harus menyinergikan berbagai program pembangunan. Di antaranya, rekativasi sejumlah jalur kereta api di Jabar, yakni Banjar-Pangandaran, Cibatu-Garut, Rancaekek-Tanjungsari, dan Bandung-Ciwidey.

"Kalau tahun ini beres penertiban, tahun depan bisa selesai fisik. Lahan yang dipakai adalah milik PT KAI. Kalau ada penggantian untuk bangunan seperti jalur Cibatu, PT KAI yang akan menentukan. Ada standarnya," kata Dedi Taufik.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan reaktivasi jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang ini sudah masuk tahap kedua. Terdapat beberapa bagian ruas jalur yang masih harus diperiksa dan diperbaiki.

"Tahap dua sedang dikerjakan. Terowongan ada empat antara Banjar sampai Pangandran ini harus dicek. Rumah-rumah warga juga harus dicek," katanya.

Jalur Kereta Banjar-Pangandaran dalam Proses Pengerjaan, Petugas Cek Terowongan Pastikan Keamanan

Sejak Diluncurkan, Kereta Api Pangandaran Selalu Penuh Penumpang

Pemprov Jabar, katanya, hanya bisa membantu dan mendukung rencana reaktivasi jalur yang dimiliki PT KAI tersebut. Ridwan Kamil berharap hal tersebut segera direalisasikan karena untuk kepentingan masyarakat.

"Itu aset PT KAI, kami hanya bantu. Saya bilang ke Dirut PT KAI kalau memang saya dibutuhkan mengkomunikasikan ke warga, saya turun. Kan, ujungnya sama saja," kata Ridwan Kamil.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved