Banyak Terjadi Bencana, Pemprov Jabar Segera Bentuk Santri Siaga Bencana

Pemprov Jabar akan membentuk santri siaga bencana, hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi dampak bencana

Banyak Terjadi Bencana, Pemprov Jabar Segera Bentuk Santri Siaga Bencana
ISTIMEWA
Mensos RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, meninjau lokasi bencana longsor, Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar akan membentuk santri siaga bencana, hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi dampak bencana yang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, santri siaga bencana ini bentuk, menyusul dibentuknya sejumlah tim siaga bencana lainnya dari organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat, dan organisasi masyarakat islam.

Uu menambahkan, potensi bencana alam pun berpotensi terjadi di Jawa Barat, termasuk di wilayah Iingkungan pesantren, baik diperkotaan, pegunungan, maupun daerah pesisir pantai.

"Santri diminta oleh, itu izin dari terlebih dahulu dari kiai," kata Uu saat ditemui di acara Reuni Akbar Alumni Jurnalistik UIN Bandung, di Aula Gedung Abjan Sulaeman, Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, Minggu (6/1/2019).

Nantinya, santri - santri tersebut akan dibiayai oleh pemerintah provinsi, untuk dibekali ilmu kesiapsiagaan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat.

Sejak Diluncurkan, Kereta Api Pangandaran Selalu Penuh Penumpang

Uu berharap, kesiapsiagaan bencana tersebut, tidak hanya dilakukan oleh unsur kepemerintahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tetapi oleh ribuan santri di Jawa Barat.

"Supaya ketika ada bencana, tidak lagi harus bingung harus bertindak atau berbuat apa," katanya.

Dalam SK Gubernur Jawa Barat Nomor: 362/Kep.1211-BPBD/2018, Pemrov Jabar menetapkan siaga darurat banjir dan tanah longsor mulai 1 November 2019.


Dalam SK tersebut, diminta untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi di wilayah Jawa Barat.

Kemudian, diminta untuk inventarisir kesiapan dan pengerahan sumber daya manusia, peralatan, serta logistik yang ada serta yang diperlukan untuk penanganan apabila terjadi bencana.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved